MISI

Misi adalah pernyataan tentang tujuan operasional SKPD Dinas Kesehatan Kota Salatiga yang diwujudkan dalam bentuk Produk Pelayanan sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat luas ,misi mencerminkan segala sesuatu yang akan dilaksanakan dalam pelasanaan Misi Dinas Kesehatan Kota Salatiga.

Untuk mewujudkan Visi,maka perlu disusun rumusan Misi yang merupakan uraian umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan kondisi kesehatan dimasa mendatang.maka dirumuskan Misi Dinas Kesehatan Kota Salatiga untuk periode 2011-2016:

  1. Memelihara dan meningkatkan kesehatan ibu,bayi,balita,keluarga dan lingkungan secara optimal.
  2. Mendorong pembangunan yang berwawasan kesehatan
  3. Meningkatkan Status Gizi Masyarakat.
  4. Pemberdayaan masyarakat, Swasta/LSM dan Dunia Usaha dalam bidang Kesehatan.
  5. Melindungi kesehatan masyarakat yang paripurna,merata,bermutu dan berkeadilan.

Misi ini diajabarkan dalam beberapa tujuan antara lain:

  1. Memelihara dan Meningkatkan Kesehatan Ibu, bayi, balita, keluarga secara optimal memiliki tujuan:1. Menurunkan angka kematian ibu,bayi dan balita.– Penurunan angka kematian ibu atau AKI yang didefinisikan sebagai banyaknya kematian perempuan pada saat hamil atau bersalin per 100.000 kelahiran hidup (KH) yang disebabkan oleh kehamilan pengelolaannya,kecuali yang disebabkan oleh kecelakaan.
    AKI merupakan salah satu indikator penting yang merefleksikan derajat kesehatan di suatu Negara yang mencakup tingkat kesadaran perilaku hidup sehat,status gizi dan kesehatan ibu,kondisi kesehatan lingkungan serta tingkat pelayanan kesehatan terutama bagi ibu hamil, ibu melahirkan dan ibu pada masa nifas.- Penurunan Angka Kematian Bayi atau AKB memiliki korelasi yang erat dengan kesehtan bayi dan AKB faktor kesehatan ibu saat hamil dan bersalin berkontribusi terhadap kondisi kesehtan bayi yang dikandung serta resiko bayi yang dilahirkan dengan lahir mati(Stil birth)
    Angka kematian Bayi atau AKB adalah Jumlah Kematian Bayi (Usia 0-11 bulan) setiap 1000 kelahiran hidup pada satu tahun tertentu,upaya penurunan Angka kematian Bayi atau AKB perlu dipacu untuk mencapai target AKB berdasarkan Millenneum Development Goals atau MDGs
    Komitmen untuk terus melakukan percepatan penurunan AKB tetap diperlukan.Bayi sangat rentan terhadap keadaan kesehatan dan kesejahteraan yang buruk ; karena itu Angka Kematian Bayi atau AKB merefleksikan derajat kesehatan masyarakat sekaligus juga mencerminkan Umur harapan hidup pada saat lahir. Penurunan AKB menunjukan adanya peningkatan dalam kualitas hidup dan pelayanan kesehatan masyarakat.- Penurunan Angka Kematian Balita. AKABA adalah jumlah nak yang dilahirkan pada tahun tertentu dan meninggal sebelum mecapai Usia 5 tahun,dan dinyatakan sebagai angka per 1000 kelahiran hidup.
    Indikator ini terkait langsung dengan target kelangsungan hidup anak dan merefleksikan kondisi social,ekonomi dan lingkungan anak anak bertempat tinggal termasuk pemeliharaan kesehatannya.
    Angka Kematian Balita atau AKABA sering dipakai untuk mengidentifikasikan kesulitan ekonomi penduduk.

    2. Menurunkan Angka kesakitan Penyakit menular

    -Penyakit menular adalah penyakit yang disebabkan oleh bibit penyakit tertentu atau oleh produk toxin yang didapatkan melalui penularan bibit penyakit atau toxin yang diproduksi oleh bibit penyakit tersebut dari orang yang terinfeksi dari binatang atau dari reservoir kepada orang yang rentan; baik secara langsung maupun tidak langsung melalui tumbuh-tumbuhan atau binatang penjamu melalui vector atau melalui lingkungan.
    Angka kesakitan Penyakit menular menggambarkan Perilaku masyarakat baik secara pengetahuan maupun secara sadar dalam melaksanakan gaya hidup sehat serta gambaran pelayanan kesehatan.

    3. Meningkatkan Survailens Penyakit Tidak Menular.

    – Penyakit Tidak menular (PTM) adalah penyakit yang dianggap tidak dapat menularkan atau disebarkan melalui seseorang kepada orang lain,sehingga bukan merupakan sebuah ancaman bagi orang lain.Penyakit Tidak Menular merupakan beban kesehatan utama di Negara Negara berkembang dan di Negara Negara industry.Kebanyakan Penyakit Tidak Menular disebabkan karena faktor-faktor pola hidup yang umumnya dapat dicegah.
    Angka Penyakit tidak menular dapat menggambarkan pola hidup masyarakat mengenai sadar hidup sehat.

  2. Mendorong Pembangunan yang berwawasan kesehatan dengan tujuan:1. Meningkatkan peran serta lintas sector yang terkait dalam pembangunan yang berwawasan kesehatan.2. Meningkatkan Kualitas Tempat Tempat Umum (TTU).Tempat pengolahan pangan,Industri,Institusi,TP sampah,TP pestisida3. Meningkatkan kualitas kesehtan lingkungan keluargaTiga hal tersebut diatas adalah indicator Lingkungan sehat yang bertujuan untuk mewujudkan mutu lingkungan hidup yang lebih sehat melalui pengembangan system kesehatan kewilayahan yang dapat menggerakan pembangunan lintas sektoral berwawasan kesehatan mencakup :
    – Penyediaan Air bersih dan sanitasi dasar
    – Pemeliharaan dan pengawasan kualitas lingkungan.
    -Pengendalian dampak resiko pencemaran lingkungan.
    -Pengembangan Wilayah sehat.
  3. Meningkatkan Status Gizi Masyarakat,bertujuan:

    1) Menurunkan prevalensi Gizi buruk dan Gizi Kurang.
    – Gizi Buruk
    Balita yang ukuran tinggi badan menurut umur dibawah standar 60 persen dari standart Internasional yang diterapkan oleh WHO.– Gizi kurang
    Pengertian Gizi kurang mengacu pada kondisi kekurangan energy dan protein tingkat ringan/sedang akibat kurang mengkonsumsi makanan yang bergizi dan atau menderita sakit.hal ini dapat dilihat pada Berat badan menurut umur yang berada pada kisaran
  4. Pemberdayaan Masyarakat, Swasta/LSM

    1. Meningkatnya kesadaran masyarakat,swasta/LSM dan Dunia Usaha dalam Bidang Kesehatan.
    – Pengembangan dan Pemberdayaan Kesehatan juga diarahkan melalui peran peran serta aktif masyarakat termasuk swasta contohnya medirikan lembaga yang terakreditasi sesuai dengan standarisasi pemerintah.
  5. Melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin tersedianya upaya kesehatan yang paripurna, merata, bermutu dan berkeadilan, memiliki tujuan:1. Memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan menitikberatkan pada pelayanan prima.– Upaya pelayanan Kesehatan terhadap masyarakat yang bermutu dari segala lini di seluruh sarana prasana kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *