Deteksi Dini Kesehatan di Ponpes Nazzalal Furqoon

Nazzalal Furqoon – Balkesmas Ambarawa bersama DKK Salatiga dan Puskesmas Sidorejo Kidul menyelenggarakan kegiatan deteksi dini kesehatan masyarakat lingkungan pondok pesantren, di Ponpes Huffaadh Nazzalal Furqoon Pos Tingkir Tengah Salatiga, Selasa (30/04). Sasaran dalam kegiatan ini sebanyak 30 orang santriwan. Kegiatan dibuka oleh Kasi Promkes DKK yang diwakili oleh Lilis Arum, SKM,M.Kes. Hadir sebagai narasumber dari Balkesmas Ambarawa, dr. Sri Rahayuningtyas dan dr. Widiaristin.

Deteksi dini kesehatan masyarakat di lingkungan pondok pesantren dilakukan sebagai langkah awal untuk mencegah timbulnya Penyakit Tidak Menular (PTM) yang rentan mengenai warga ponpes. Diawal kegiatan telah dibagikan kuesioner deteksi kesehatan jiwa kepada seluruh peserta, yang dengan penuh antusias diisi oleh seluruh peserta.

Rangkaian acara selanjutnya yaitu pemeriksaan kesehatan yang terdiri atas Berat Badan (BB), tinggi badan (TB), lingkar perut, tensi, cek Gula Darah Sewaktu (GDS), dan konsultasi dokter. Selain itu juga dibagikan pot sputum tempat dahak untuk deteksi TB paru. Melalui pemeriksaan yang dilakukan, akan memberikan gambaran tentang kondisi kesehatan santriwan sekaligus deteksi dini adanya PTM yang mungkin timbul.

Sebagaimana disampaikan dr. Sri Rahayuningtyas dalam materinya bahwa Allah SWT telah menciptakan manusia sedemikian rupa lengkap dengan organ2nya, untuk itu harus kita jaga kelangsungan fungsinya atau kesehatannya. Hal ini sangat penting dilakukan oleh semua kalangan masyarakat utamanya generasi muda yang masih memiliki organ yang sehat, perlu dijaga jangan sampai terjadi kerusakan. Karena bila sudah terlanjur rusak, tidak akan bisa pulih seperti sediakala.
PTM dan Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) dapat dicegah dengan menerapkan perilaku hidup sehat dan CERDIK meliputi Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet gizi seimbang, Istirahat yang cukup, dan Kelola stress.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.