Dialog Interaktif di Radio SS dengan Tema Keamanan Pangan

Radio SS – Kepala Seksi Farmasi, Makanan Minuman dan Perbekalan Kesehatan Siti Zubaidah, S.Si, Apt. Menjadi narasumber dialog interaktif di Radio Suara Salatiga dengan tema Keamanan Pangan, Selasa, 20/04/2021.

Keamanan Pangan pada prinsipnya adalah bagaimana cara menjaga pangan yang beredar maupun yang disajikan untuk dikonsumsi agar terjaga keamanannya. Komponen penting dalam keamanan pangan itu ada tiga, yang pertama terbebas dari cemaran kimia, kemudian yang kedua terbebas dari cemaran biologi dan yang ketiga adalah terbebas dari cemaran fisik. cemaran kimia itu Merupakan bahan kimia yang tidak diperbolehkan untuk digunakan dalam pangan.

Cemaran kimia masuk ke dalam pangan secara sengaja maupun tidak sengaja dan dapat menimbulkan bahaya. Salah satu contohnya adalah adanya bahan perwana tekstil pada makanan seperti Rodamin B, dan Metanil Yellow. Cemaran biologi yang terdapat di pangan dapat berupa bakteri, kapang, kamir, parasit, virus dan ganggang. Pertumbuhan mikroba ini bisa menyebabkan pangan menjadi busuk sehingga tidak layak untuk dimakan dan menyebabkan keracunan pada manusia.

Cemaran fisik adalah benda-benda yang tidak boleh ada dalam pangan seperti rambut, kuku, staples, serangga mati, batu atau kerikil, pecahan gelas atau kaca, logam dan lain-lain. Benda benda ini jika termakan dapat menyebabkan luka, seperti gigi patah, melukai kerongkongan dan perut. Benda tersebut berbahaya karena dapat melukai dan atau menutup jalan nafas dan pencernaan.

Bertepatan dengan bulan ramadan, beliau menyampaikan tips terkait memilih takjil yang baik dan aman untuk dikonsumsi, ada beberapahal yang harus diperhatikan yaitu pertama kebersihan lingkungan berjualannya, kedua kebersihan dari penjualnya itu sendiri, dan ketiga bagaimana cara penyajianya. Perhatikan wana makanan, hindari makanan yang memliliki warna terlalu mencolok biasanya mengandung pewarna teksil. Jika membeli makanan dalam kemasan, perhatikan tanggal kadaluarsa dan apakah makanan tersebut sudah terdaftar di BPOM atau PIRT, agar terjamin mutu dari makanan yang kita konsumsi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *