Dialog interaktif di radio SS dengan tema Kelola Stress pada Masa Pandemi Covid-19

Radio Suara Salatiga – Pandemi COVID-19 menjadi sebuah krisis global yang bukan hanya mengancam kesehatan masyarakat secara fisik, namun juga secara mental. Pandemi COVID-19 merupakan bencana non alam yang dapat memberikan dampak pada kondisi kesehatan jiwa dan psikososial setiap orang, yaitu menimbulkan stress/kecemasan pada berbagai lapisan masyarakat. Hal inilah yang mendasari Dinas Kesehatan Kota Salatiga melakukan penyuluhan dalam bentuk dialog interaktif di Radio Suara Salatiga dengan tema “Kelola Stress pada Masa Pandemi COVID-19” dengan narasumber Kasi Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa, Pudjaningrum, SKM, pada Selasa 23/02/21.

Stress dikaitkan dengan penurunan imunitas dan menimbulkan perilaku tidak sehat, sehingga rentan tertular dan berisiko terjadinya gangguan jiwa. Kecemasan masyarakat di masa pandemi COVID-19 banyak dipicu oleh berita buruk terkait COVID-19, perubahan aktivitas sehari-hari, isolasi sosial atau physical distancing, dan adaptasi kebiasaan baru “new normal”. Selain itu pandemi COVID-19 ini juga mengancam kesehatan jiwa. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi, antara lain hilangnya mata pencaharian, keadaan pandemi yang tidak pasti, dan ketakutan masyarakat terhadap penyebaran virus. Hal ini akan menimbulkan kecemasan dan depresi yang berkepanjangan yang akibatnya akan berdampak berat pada masalah kesehatan jiwa.

Dalam dialognya Pudjaningrum menyampaikan beberapa tips mengatasi stress selama wabah COVID-19, yaitu (1) perasaan stress, bingung, takut atau marah sangat wajar dialami selama terjadi wabah penyakit, bicarakan perasaan yang anda alami dengan orang terdekat atau orang yang anda percaya dapat membantu, (2) pertahankan gaya hidup sehat dengan makan makanan yang bergizi seimbang, istirahat cukup, aktivitas fisik dan olahraga, (3) jangan jadikan rokok, alkohol, atau obat-obatan lain untuk menjadi pelarian emosimu, (4) kumpulkan informasi yang akurat agar dapat membantu anda mengambil tindakan pencegahan. Temukan sumber yang kredibel dan bisa dipercaya seperti WHO, Kemenkes RI, atau institusi pendidikan yang dapat dipercaya, (5) kelola kekhawatiran dan kecemasan anda dan keluarga dengan membatasi paparan dan informasi yang membuat anda semakin tertekan dan cemas. “Mari kita selalu menerapkan protokol kesehatan dalam semua kegiatan yang kita lakukan, dan yang utama adalah selalu berdo’a memohon kepada Allah SWT agar pandemi ini segera berakhir, sehingga dapat menurunkan tingkat kecemasan dan kekhawatiran kita” pungkas Pudjaningrum dalam menutup dialognya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *