Dialog interaktif di radio SS dengan tema pemahaman masyarakat tentang imunisasi

Suara Salatiga – Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang imunisasi, dr. Tasfiyah Sri Prihati, selaku Kasi Surveilans Karantina Kesehatan dan Imunisasi DKK Salatiga menjadi narasumber dialog interaktif di Radio Suara Salatiga, Selasa (18/02/2020).

Imunisasi merupakan salah satu upaya preventif untuk mencegah penyakit melalui pemberian kekebalan tubuh yang diberikan secara terus menerus, menyeluruh, berkesinambungan dan dilaksanakan sesuai standar operasional sehingga mampu memberikan perlindungan kesehatan dan memutus mata rantai penularan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

dr. Tasfiyah menjelaskan bahwa tujuan dari program imunisasi yaitu menurunkan kesakitan dan kematian akibat Penyakit-penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I), seperti hepatitis B, TBC paru, difteri, tetanus, pertussis, polio, campak, dan rubella.

Imunisasi dibedakan menjadi 2 jenis yaitu imunisasi rutin dan imunisasi tambahan. Imunisasi rutin atau Imunisasi Dasar Lengkap diberikan pada bayi berusia < 1 tahun, antara lain Hepatitis B, BCG, DPT-HB-HiB, dan campak rubella. Sedangkan imunisasi tambahan diberikan pada anak usia 18 bulan meliputi imunisasi DPT-HB-Hib dan imunisasi Campak Rubella. Selain itu untuk imunisasi tambahan diberikan di sekolah pada anak Kelas 1 (campak rubella, DT), Kelas 2 dan 5 (imunisasi Td)

Imunisasi sangat mudah diakses oleh masyarakat, karena imunisasi merupakan pelayanan wajib di puskesmas yang mempunyai jejaring yaitu Rumah Sakit, Klinik, Bidan Praktek Mandiri dimana sebagian melayani imunisasi, dan vaksin yang digunakan berasal dari puskesmas.

Pada akhir dialognya dr. Tasfiyah menghimbau bagi masyarakat untuk jangan sekali-kali ragu memberikan imunisasi pada anak-anak kita, mari sukseskan imunsasi dari imunisasi dasar sampai dengan imunisasi di sekolah yaitu pada BIAS, jangan ragu untuk imunisasi di puskesmas, dan jika setelah imunisasi ada gejala demam atau anak rewel jangan panik dan langsung datang saja ke puskesmas untuk mendapatkan penjelasan dan penanganan lebih lanjut dari petugas puskesmas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *