Dialog interaktif di radio SS dengan tema pencegahan dan penanggulangan TBC

Radio Suara Salatiga – Dalam rangka menyambut Hari TB Sedunia, dr.Mulyaningsih Mardliyana selaku Dokter KPM Salatiga menjadi narasumber dialog interaktif dengan tema pencegahan dan penanggulangan TBC, di Radio Suara Salatiga, Selasa (17/03/2020).

Penyakit yang disebabkan Mycobacterium tuberculosis ini menimbulkan gejala berupa batuk lebih dari 2 minggu, batuk berdarah, berkeringat dimalam hari, demam dan menggigil, nyeri dada saat batuk, tidak nafsu makan dan lemas.

TBC dapat ditularkan melalui percikan dahak penderita yang mengandung bakteri Mycobacterium tuberculosis yang keluar saat penderita batuk, bersin atau tertawa berlebihan. Inilah pentingnya menerapkan etika batuk dan memakai masker ketika batuk untuk mencegah penularan TBC.

Penerapan etika batuk yang benar antara lain dengan menutup hidung dan mulut menggunakan lengan bagian dalam dengan tisu/saputangan, segera buang tisu yang sudah dipakai, cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir dan gunakanlah masker.

Bakteri Mycobacterium tuberculosis menyukai udara lembab dan kurang sinar matahari. Oleh karena itu, dengan memberikan akses sinar matahari langsung ke dalam rumah, dapat membantu mencegah TBC.

Status TBC seseorang dapat diketahui dengan pemeriksaan sampel dahak melalui pemeriksaan laboratorium. Apabila hasilnya positif, penderita akan menjalani pengobatan selama 6 bulan berturut-turut tanpa putus. Pengobatan tersebut melibatkan peran serta Pengawas Minum Obat (PMO) dan didukung dengan asupan gizi seimbang dan istirahat yang cukup.

Upaya yang dilakukan untuk mencegah TBC adalah dengan tidak membuang dahak sembarangan, terapkan perilaku hidup bersih dan sehat dan terapkan etika batuk dengan benar.

Terkait dengan COVID-19 dr. Mulyaningsih menyisipkan pesan agar masyarakat tidak panik dan tetap menjaga imunitas tubuh. ‘’ Jagalah imunitas tubuh kita dengan minum air putih yang cukup, hindari keramaian, cuci tangan pakai sabun dengan benar, jaga kebersihan diri dan lingkungan serta perbanyak doa, semoga kita semua terhindar dari segala macam penyakit termasuk COVID-19’’ Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *