Dialog Interaktif Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit DBD

Dalam upaya memberikan informasi kepada masyarakat luas seputar penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Naning Tri Harini, SKM selaku Kasi P2M DKK Salatiga bersama dr. Rosalia melakukan dialog interaktif di Radio Suara Salatiga dengan tema Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit DBD, Selasa 22/01/2019.

Demam berdarah adalah penyakit yang disebabkan virus dengue yang ditularkan melalui gigitan vektor DBD (Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus). Kedua nyamuk tersebut berbadan kecil, hitam dan berbintik putih disekujur badan, memiliki gambar kepala kecapi maupun garis lurus pada kepalanya. Habitat di air bersih meliputi genangan air bersih, vas bunga, sela daun, maupun tanaman hidroponik. Ae. Aegypti lebih hidup didalam rumah dan suka dengan tempat yang gelap dan sering hinggap pada baju yang digantung, sedangkan Ae. Albopictus hidup di kebun atau diluar rumah.

Penyakit DBD ditandai dengan gejala klinis meliputi mendadak demam tinggi, perdarahan seperti mimisan/muntah atau berak darah, nyeri perut/ulu hati, penderita gelisah dan berkeringat. Selain gejala klinis juga didukung hasil laborat berupa penurunan kadar trombosit (trombositopenia) < 100.000, meningkatnya kadar hematokrit, efusi pleura. Diagnosa DBD ditegakkan dengan ditemukannya dua kriteria klinis ditambah satu kriteria laboratoris.

DBD ditandai dengan demam tinggi secara tiba-tiba selama 5-7 hari, yang diikuti dengan penurunan trombosit secara cepat. Pada hari ke 3-7 terjadi fase kritis yang ditandai dengan kebocoran pembuluh darah yang menyebabkan pendarahan, pada fase ini dapat terjadi shock apabila tidak segera ditangani. Selama 1-7 hari harus waspada, dengan memberikan cairan yang cukup dan memperhatikan perkembangan klinis dan laboratoris. Pada hari ke 7-14 merupakan fase pemulihan yang ditandai dengan kadar trombosit berangsur naik.

Pertolongan pertama yang dilakukan bila menemui gejala DBD antara lain beri penderita banyak minum, kompres air hangat, beri obat penurun panas dan segera bawa penderita ke fasilitas kesehatan.

Fogging (Pengasapan) berfungsi untuk membunuh nyamuk DBD dewasa, tidak dapat memberantas DBD, karena bersifat rehabilitatif (sementara). Untuk melakukan fogging, harus memenuhi beberapa syarat antara lain, ditemukan > 1 penderita DBD dan atau > 3 DD dan ditemukan 5% jentik, terdapat Kewaspadaan Dini Rumah Sakit (KDRS) dan Penyelidikan Epidemiologi (PE).

Pencegahan DBD yang paling efektif adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus, yaitu:
1. Menguras tempat penampungan air dengan menyikat, sabun dan mengguyur dengan air panas agar telur nyamuk yang nemempel didinding mati.
2. Menutup tempat penampungan air
3. Menggunakan kembali barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.
4. Plus tidur didalam kelambu dan memakai antinyamuk oles.

Berbagai Tips untuk mencegah DBD antara lain:
1. Desain kamar mandi kering (tanpa bak mandi)
2. Galakkan satu rumah satu jumantik, sempatkan keliling rumah untuk PSN
3. Daur ulang / kubur benda yang berpotensi menjadi sarang nyamuk (kaleng, ban, plastik bekas)
4. Taburi bubuk ABATE / pelihara ikan pemakan jentik (cupang) pada penampungan air

Ayo lakukan PSN sekarang juga. Mencegah itu lebih mudah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *