Gebyar Pesona Salatiga

Kecamatan Tingkir – Sebanyak 75 orang yang terdiri atas OPD se-Kota Salatiga dan pihak swasta beserta Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) memeriahkan acara Gebyar Pesona Salatiga di Aula Kecamatan Tingkir pada Kamis,14 Maret 2019. Acara ini diselenggarakan oleh IUWASH Plus bersama Tim Monev Partisipatif terkait sanitasi dan air minum Kota Salatiga. Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Drs. Prasetyo Ichtiarto, M.Si.

Air minum dan sanitasi merupakan kebutuhan dasar manusia yang dalam pengelolaannya membutuhkan cara yang terus menerus dan berkesinambungan serta melibatkan berbagai pihak. Hal ini senada dengan yang disampaikan Jefry Budiman selaku Central Java Regional IUWASH Plus bahwa keberhasilan program sanitasi dan higiene tidak bisa dinikmati oleh masyarakat apabila tidak dilakukan bersama-sama dan tidak mendapatkan kepedulian dari masyarakat untuk kesinambungannya.

Camat Tingkir, Nunuk Dartini, S.Pd. Msi dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara ini merupakan wadah bagi masyarakat sebagai media untuk menampilkan hasil inovasi sekaligus untuk berkomunikasi dengan stakeholder. Untuk kemudian dapat dilakukan evaluasi oleh stakeholder sebagai bahan masukan untuk program kerja masing-masing OPD. 
Dalam upaya mewujudkan universal akses pada tahun 2019 dengan indikator 100 % cakupan air bersih, 0% kawasan kumuh, dan 100 % cakupan akses sanitasi, Pemerintah Kota Salatiga bekerjasama dengan IUWASH Plus. Kerjasama yang dijalin meliputi berbagai program yang telah banyak membuahkan hasil.

“Pada tahun 2018, angka cakupan air bersih Kota Salatiga sebesar 87 %, sedangkan cakupan sanitasi jamban sehat permanen sebesar 85%, sanitasi jamban sehat semi permanen 7,62% dan sanitasi jamban umum 7,38%” papar Drs. Prasetyo Ichtiarto, M.Si.

Pemerintah Kota Salatiga berupaya keras untuk membangun sanitasi dan higiene bersama masyarakat tak terkecuali DKK Salatiga sebagai salah satu OPDnya. Sebagaimana yang disampaikan Kepala DKK Salatiga Siti Zuraidah,SKM, M.Kes bahwa verifikasi Kota Salatiga ODF (Open Defecation Free) Tingkat Provinsi akan dilaksanakan Maret 2019.

Sebagai langkah awal program ini, terdapat 5 Kelurahan yang mempelopori sebagai hotspot/ titik lokasi perbaikan diantaranya Kelurahan Kutowinangun Kidul, Kutowinangun Lor, Sidorejo Kidul, Pulutan, dan Salatiga. Kelima kelurahan tersebut menampilkan berbagai data meliputi data akses air minum dan sanitasi, peta akses air minum dan sanitasi hingga rencana kerja masyarakat dan dilengkapi dokumentasi dan poster sanitasi. Diharapkan kedepannya program tersebut dapat disusul dan diinovasi kelurahan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *