Kampanye ASI Eksklusif “AYo Dukung Ibu Menyusui”

KALOKA SETDA – Anak merupakan generasi generasi pewaris yang akan meneruskan cita-cita luhur suatu bangsa. Oleh karena itu kita harus memberikan lingkungan yang kondusif agar anak bisa tumbuh dan berkembang optimal, melalui pemenuhan hak anak dasar, seperti pemenuhan kebutuhan makanan, sandang dan perumahan serta perlindungan dan penghargaan terhadap hak asasinya. Terutama hanya dengan memberikan Air Susu Ibu kepada bayi kurang dari 6 bulan atau yang biasa kita kenal dengan ASI Eksklusif dan melanjutkan pemberian air susu ibu sampai anak berumur 2 tahun.

Sebagai wujud komitmen Pemerintah daerah guna mempersiapkan generasi yang sehat dan cerdas, yang bertujuan untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif di Kota Salatiga, Dinas Kesehatan bersama dengan puskesmas, PKK Kota, dan Ikatan Konselor Asi Salatiga (IKAS) melaksanakan Kampanye ASI dengan tema “Ayo Dukung Ibu Menyusui” di Ruang Kaloka Sekretariat pada 9/11/18.

Kegiatan ini dihadiri oleh 250 peserta yang terdiri dari PKK Kota Salatiga, mahasiswa Akbid Ar-Rum, mahasiswa Jurusan Gizi UKSW, ibu hamil beserta suami, dan kader pendamping ibu hamil di Kota Salatiga.

Wakil Ketua TP PKK Kota Salatiga Farida Haris dalam sambutannya menyampaikan bahwa ASI eksklusif merupakan sebuah upaya yang efektif untuk mencegah anak kita dari stunting/pendek/kerdil. Oleh karena itu kita harus mempersiapkan generasi bangsa yang sehat, cerdas dan berprestasi melalui pemberian asupan gizi yang cukup sesuai kebutuhan anak sehingga anak akan terhindar dari bahaya stunting.

“Kami ucapkan terima kasih untuk para penggiat ASI (PKK, puskesmas, IKAS, kader) yang selama ini terus berupaya mewujudkan keberhasilan ASI eksklusif di Kota Salatiga. Semoga niat dan kerja keras bapak/ibu tercatat sebagai amal ikhlas”, tegas Farida Haris.

Dalam kesempatan ini hadir pembicara Wasugi Wawan Sugianto dari “Ayah Asi Jogja”. Dia memotivasi para suami untuk meningkatkan kesadaran untuk mendukung upaya peningkatan cakupan ASI eksklusif.

Capaian ASI eksklusif selama 3 tahun di Kota Salatiga sudah diatas target, yaitu tahun 2016 target 42% capaian 59,39%,  tahun 2017 target 44% capaian 64,84%,  tahun 2018 (triwulan III) target 47% capaian 54,59%. Meskipun capaian program sudah memenuhi target tetapi Pemerintah Kota Salatiga akan terus berupaya meningkatkan cakupan ASI yang lebih tinggi lagi.

Sejalan dengan hal tersebut WHO dan UNICEF telah mencanangkan strategi global pemberian makanan untuk bayi dan anak meliputi : (1) Inisiasi Menyusu Dini (IMD) segera setelah lahir, (2) memberikan ASI eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan, (3) memberikan MP ASI sejak bayi berusia 6 bulan, dan (4) menyusu dilanjutkan hingga bayi berusia 2 tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.