Koordinasi Penurunan Angka Gizi Buruk Kota Salatiga Tahun 2019

Banyu Bening – Gizi buruk merupakan salah satu Indikator Kinerja Utama (IKU) Kota Salatiga. Selain faktor ekonomi, gizi buruk juga disebabkan oleh pola asuh dan kebanyakan terkena penyakit penyerta, sehingga diperlukan penanganan multisektor.

Sebagai langkah untuk menurunkan angka gizi buruk di Kota Salatiga, Balkesmas Ambarawa bersama DKK Salatiga menyelenggarakan kegiatan Pertemuan Koordinasi Penurunan Angka Gizi Buruk Kota Salatiga Tahun 2019, Senin(08/04). Pertemuan dibuka oleh Kabid Kesmas, M.Marhadi,SKM. Hadir dalam pertemuan sebanyak 50 orang yang terdiri atas organisasi profesi, TP PKK Kota dan Kecamatan, pengelola program gizi dan bidan Puskesmas serta rumah sakit se-Kota Salatiga, dan OPD terkait. Narasumber dr. Sigid Armunanto, M.Kes (Balkesmas Ambarawa), Sri Sulistiyaningsih, S. Gz, RD (Persagi DPC Salatiga), dan dr. Listya Eko Wulandari, Sp.A (RSUD Salatiga).

Dalam sambutannya, M. Marhadi menyampaikan bahwa sejak Januari hingga Februari 2019 ditemukan 5 kasus gizi buruk di Kota Salatiga yang tersebar di Kelurahan Mangunsari 1 orang, Kutowinangun Lor 1 orang, dan Ledok 3 orang. Gizi kurang atau buruk berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan jangka panjang, diantaranya tingkat kecerdasan yang rendah, gangguan kesehatan mental dan emosional, potensi timbulnya Penyakit Tidak Menular (PTM), dan tubuh pendek (stunting).

Pertemuan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan lintas sektor dalam pemecahan gizi buruk, meningkatkan peran aktif lintas program dan lintas sektor khususnya dalam penatalaksanaan gizi buruk, serta terjalinnya jejaring lintas program dan lintas sektor dalam upaya penurunan angka gizi buruk di Kota Salatiga. Pertemuan diakhiri dengan tanya jawab dan penyusunan rencana tindak lanjut (RTL).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *