Lokakarya Accute Flaccid Paralysis (AFP)

UPT KPM – Indonesia sudah memiliki status bebas polio selama lebih dari 10 tahun. Namun faktanya masih terdapat beberapa Provinsi yang memiliki risiko tinggi penularan polio. Bahkan salah satu provinsi mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB). Berbagai upaya pemerintah digalakkan diantaranya dengan Outbreak Response Imunization (ORI) atau pemberian imunisasi secara gratis kepada semua anak agar transmisi penularan virus terputus.

Dalam upaya meningkatkan koordinasi dalam rangka kewaspadaan AFP, DKK Salatiga mengadakan Lokakarya Accute Flaccid Paralysis (AFP) Kota Salatiga di UPT KPM pada Senin 18 Maret 2019. Kegiatan dibuka oleh dr. Tasfiyah Sri Prihati selaku Kasi SKI DKK Salatiga. Peserta sebanyak 40 orang yang terdiri atas petugas surveilans dan tenaga medis Puskesmas dan Rumah Sakit se-Kota Salatiga. Narasumber dr. Tasfiyah Sri Prihati.

Sebagai langkah untuk menuju Eradikasi Polio Global 2020 perlu adanya peningkatan kewaspadaan kasus polio. Sebagaimana disampaikan dr. Tasfiyah dalam sambutannya bahwa perlu adanya peningkatan kewaspadaan dengan penekanan pada penemuan kasus AFP dengan mencari penderita dengan gejala yang ditandai dengan keadaan lumpuh layuh/lemas. Selain itu perlu adanya koordinasi dan tindak lanjut puskesmas dan rumah sakit dalam penemuan kasus AFP. Hal ini bertujuan untuk membuktikan bahwa Salatiga bebas Polio.

Pada tahun 2018 ditemukan 3 kasus AFP di Salatiga. AFP atau yang biasa dikenal dengan lumpuh layuh akut merupakan gejala berupa kelumpuhan yang terjadi dengan cepat/mendadak antara 1-14 hari yang sifatnya lunglai/lemas. Penyakit yang menimbulkan AFP mempunyai cakupan yang luas. Tidak hanya Polio, penyakit seperti chikungunya, demam dengue, diare, gangguan pencernaan lainnya juga dapat menimbulkan AFP. Kelompok usia yang sangat rentan terkena AFP adalah anak usia kurang dari 15 tahun utamanya yang kurang dari 3 tahun.

Pertemuan ini diakhiri dengan penyusunan rencana tindak lanjut berupa kesepakatan antara DKK Salatiga dengan Puskesmas dan Rumah Sakit se-Kota Salatiga terkait penemuan dan pelaporan AFP serta penguatan jejaring Surveilans AFP di Kota Salatiga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *