Lokakarya DASIPENA di UPT KPM

UPT KPM – Dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat diperlukan peran serta berbagai kalangan, tak terkecuali generasi muda. Peran serta tersebut diwujudkan oleh generasi muda kreatif dan dinamis yang tergabung dalam organisasi bidang kesehatan, diantaranya Satuan Karya Pramuka Bakti Husada (SBH) dan Pemuda Siaga Peduli Bencana (DASIPENA).

Sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan generasi muda dalam penanganan kegawatdaruratan, DKK Salatiga mengadakan kegiatan Lokakarya DASIPENA di UPT KPM, Kamis (18/04). Kegiatan dihadiri oleh 30 orang terdiri atas siswa/i SMA/K sederajat yang tergabung dalam SBH dan DASIPENA Kota Salatiga. Lokakarya dibuka oleh Kasi SKI, dr. Tasfiyah Sri Prihati. Narasumber dr. Tasfiyah Sri Prihati (DKK Salatiga) dan Nova Heri Kristiyanto, S.Kep (PSC 119 SMES).

Seluruh peserta dibekali dengan berbagai ilmu tentang penanganan kegawatdaruratan, utamanya kegawatdaruratan karena gigitan ular berbisa. Terdapat berbagai macam ular berbisa yang berbahaya bila menggigit manusia. Racun yang disebabkan gigitan ular dapat menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian, sehingga diperlukan pertolongan segera dengan tindakan penanganan yang tepat.

Pertolongan pertama terhadap orang dengan gigitan ular berbisa dimulai dengan menenangkan korban, kenali ular yang menggigit, posisikan tempat yang terkena gigitan lebih rendah dari jantung, lokalisasi tempat gigitan agar tidak bergerak dengan bidai, jangan diikat dengan tali, jangan dihisap dan segera rujuk ke fasilitas kesehatan/IGD.

Pada kegiatan ini seluruh peserta diberi kesempatan untuk praktek secara langsung dalam penanganan kegawatdaruratan, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam melakukan penanganan kegawatdaruratan yang mungkin terjadi di masyarakat. Kegiatan diakhiri dengan diskusi dan tanya jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *