Lokakarya kelompok kerja operasional DBD

Plumpungan Sekda – Dalam upaya melakukan pencegahan dan penanggulangan DBD di Kota Salatiga, DKK Salatiga mengadakan Lokakarya Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) DBD Kota Salatiga, di Ruang Plumpungan Sekda Kota Salatiga, Kamis (7/11/2019).

Peserta lokakarya sebanyak 60 orang yang terdiri atas Unsur Kecamatan, Kelurahan, Rumah Sakit dan Puskesmas se-Kota Salatiga yang tergabung dalam Pokjanal DBD Kota Salatiga. Secara simbolis acara dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan, Siti Zuraidah, SKM,M.Kes. Hadir sebagai narasumber Kepala Dinas Kesehatan, Lulus Susanti, SKM,M.MPH (B2P2VRP), Triwibowo Ambar Garjito, SKM, M.Kes (B2P2VRP), Drs. BPH. Pramusinta, M.Kes (Kabag Kesra Setda Kota Salatiga).

DBD merupakan salah satu penyakit potensial wabah. Sebagai upaya pencegahannya, DKK Salatiga mengambil langkah untuk meningkatkan koordinasi dengan lintas sektor yang tergabung dalam pokjanal DBD.

Salah satu cara yang efektif untuk mencegah DBD adalah dengan memutus siklus perkembangbiakan nyamuk vektor DBD baik Aedes Aegypti maupun Ae. Albopictus melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). PSN yang dilakukan dapat mencegah jentik nyamuk berubah menjadi nyamuk dewasa yang aktif menularkan virus Dengue.

Hal ini senada dengan yang disampaikan Kadinkes dalam sambutannya bahwa fogging bukan alternatif utama untuk mencegah DBD dan cara yang efektif untuk mencegah jentik nyamuk menjadi nyamuk dewasa adalah dengan PSN. “Marilah kita semua bergandeng tangan untuk bekerjasama mencegah DBD. Mudah-mudahan tidak ada kasus kematian karena DBD di Kota Salatiga” Imbuhnya.

Melalui metode PSN ini, keberadaan nyamuk vektor DBD dapt dikontrol. Untuk mendapatkan hasil yang signifikan, PSN harus dilakukan secara rutin.

Melalui lokakarya ini, dilakukan penyerahan stimulan berupa ikan pemangsa jentik kepada 8 kelurahan endemis DBD, yaitu Sidorejo Lor, Dukuh, Mangunsari, Tingkir Lor, Tegalrejo, Kauman Kidul, Ledok dan Kecandran .

Penyerahan ikan pemangsa jentik secara simbolis tersebut merupakan langkah DKK Salatiga untuk memberikan edukasi kepada seluruh masyarakat agar dapat memanfaatkan predator alami jentik nyamuk sebagai langkah PSN. Metode ini diharapkan dapat mengurangi vektor DBD sekaligus melakukan upaya pencegahan DBD.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *