Lokakarya Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA)

D-Emmerick Hotel –Perkembangan masalah gizi di Indonesia saat ini semakin kompleks. Selain masih menghadapi masalah kekurangan gizi, masalah kelebihan gizi juga menjadi persoalan yang harus ditangani dengan serius. Permasalahan gizi yang saat ini membutuhkan penanganan serius adalah masalah stunting.

Stunting terjadi karena kekurangan gizi kronis yang disebabkan antara lain oleh pola asuh yang tidak tepat. Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) yaitu periode sejak janin dalam kandungan sehingga anak berusia 2 tahun adalah masa kritis yang menentukan masa depan seorang anak dan pada periode itu anak Indonesia menghadapi gangguan pertumbuhan yang serius. Dampak buruk kekurangan gizi pada periode 1000 HPK akan sulit diperbaiki.

Sebagaimana disebutkan diatas bahwa kekurangan gizi disebutkan antara lain karena pola asuh yang tidak tepat, salah satunya adalah pola asuh dalam pemberian makanan pada bayi dan anak yang mana masyarakat masih masih banyak yang belum memahami. Oleh sebab itu untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat umumnya dan para ibu khususnya perlu kompetensi dan profesionalisme tenaga kesehatan dalam memberikan informasi yang benar kepada masyarakat.

Berkaitan dengan peningkatan kompetensi dan profesionalisme tenaga kesehatan dalam memberikan informasi kepada masyarakat khususnya yang berkaitan dengan tata cara pemberian makanan bayi dan anak, maka Dinas Kesehatan Kota Salatiga menyelenggarakanan Lokakarya Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) dengan peserta sebanyak 20 orang terdiri dari petugas gizi, bidan, dan perawat dari puskesmas dan rumah sakit se-Kota Salatiga, di d-Emmerick Hotel pada 10-11/2/2020.

Kasi Kesga dan Gizi, Lilis Arum Pratiwiningsih, SKM, M.Kes dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peserta dalam pelaksanaan pengembangan Pemberian Makanan pada Bayi dan Anak (PMBA) dan pemantauan pertumbuhan balita di Kota Salatiga agar dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
Metode yang dilaksanakan dalam lokakarya ini adalah ceramah tanya jawab, diskusi kelompok, praktek dan demonstrasi PMBA, serta praktek konseling yang dipandu oleh Fasilitator Nasional yaitu Susi Kusumawati, SKM, M.Kes dan Khodiroh.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta tentang kebijakan program perbaikan gizi dan pelayanan gizi di puskesmas dan rumah sakit, konsep dasar proses PMBA berbasis masyarakat, proses asuhan gizi pada pemantauan pertumbuhan status gizi dan penyakit tidak menular, proses asuhan gizi pada PMBA, serta pemahaman tentang pencatatan pelaporan dan monev pelaksanaan PMBA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *