Lomba Remaja Peduli HIV-AIDS Kota Salatiga Tahun 2018

SIDOMUKTI – Tingginya kasus HIV-AIDS di Kota Salatiga pada saat tidak hanya terjadi pada kelompok resiko tinggi (Wanita Pekerja Seks, Pengguna Narkoba Suntik) akan tetapi sudah merambah pada populasi non kunci seperti pada wiraswasta, karyawan swasta, ibu rumah tangga, pekerja pabrik, remaja, mahasiswa dan anak-anak. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Salatiga, tercatat kasus HIV-AIDS 47 orang wiraswasta, 48 orang karyawan swasta, 23 orang ibu rumah tangga, 12 orang mahasiswa. Selain itu kasusu HIV-AIDS paling banyak ditemukan pada kelompok usia produktif (20 – 34 tahun) sebanyak 184 kasus.

Sebagai upaya pencegahan penularan HIV-AIDS, Dinas Kesehatan Kota Salatiga menyelenggarakan Lomba Duta Remaja Peduli HIV-AIDS Tingkat Kota Salatiga untuk menciptakan perilaku hidup sehat bagi remaja, pada Rabu 31/10/2018 di Aula Kecamatan Sidomukti. Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Tatik Rusmiyati.

“Kami sangat berterimakasih kepada pihak sekolah dan Perguruan Tinggi/ Universitas yang telah berperan aktif mengirimkan peserta untuk mengikuti lomba ini, karena remaja sebagai modal awal generasi emas bangsa agar tidak terjerumus dalam perilaku yang menyimpang.”, papar Tatik Rusmiyati dalam sambutannya.

Usia remaja, menjadi usia paling banyak ditemukan kasus HIV-AIDS, rasa ingin tahu dan coba-coba dengan hal baru, menyebabkan kelompok usia remajamenjadi kelompok yang sangat rentanuntuk tertular HIV-AIDS, pemakaian narkoba, khususnya narkoba jarum suntik, melakukan hubungan seks pra nikah baik hetero seksual maupun homoseksual, adalah factor resiko penularan HIV-AIDS yang banyak terjadi di kalangan remaja.

Lomba ini diikuti oleh pelajar tingkat SMP/MTs, SMA/SMK/MA, dan Mahasiswa pada Perguruan Tinggi/ Universitas di Kota Salatiga. Peserta sebanyak 36 orang pelajar SMP/MTs, 24 orang pelajar SMA/SMK, dan 27 mahasiswa.

Tahap pelaksanaan lomba yaitu : (1) Tes tertulis tentang pengetahuan HIV-AIDS, dengan soal 50, durasi 60 menit, bobot 40%. (2) Membuat artikel, tema “Dampak Seks Bebas terhadap Penularan HIV”, durasi 60 menit, bobot 60%.

Kegiatan ini sebagai terobosan untuk meningkatkan pengetahuan, kepedulian, dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS di Kota Salatiga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *