OJT Jiwa dan NAPZA

Hotel Grand Wahid – Dalam upaya memberikan pengetahuan kepada tenaga kesehatan dan lintas sektor terkait mengenai deteksi dini gangguan jiwa dan penyalahgunaan NAPZA, DKK Salatiga menyelenggarakan kegiatan On The Job Training (OJT) Jiwa dan NAPZA (Skrining ASSIST) di Hotel Grand Wahid, Rabu-Kamis (04-06 Maret 2020). Peserta sebanyak 33 orang yang terdiri atas Dokter, Pemegang Program Jiwa dan Petugas Promkes Puskesmas se-Kota Salatiga serta lintas sektor terkait.

Acara dibuka oleh Kabid P2P, Junaedi, S.Kep, Ners, M.Kes. Dihari pertama kegiatan menghadirkan narasumber dari Dinkes Prov Jateng, dr. Anita Virgiyanti, Sp.KJ dan Wahyu Retnoningsih, S.Kep, Ns, M.Kep, Sp.Kes Jiwa dan dr. Iffah Qoimatun, Sp KJ dari RSUD Salatiga.

Narkoba, psikotropika dan zat adiktif lainnya (NAPZA) merupakan zat yang bahan yang berbahaya yang mempengaruh kondisi kejiwaan atau psikologi seseorang, baik itu pikiran, prilaku ataupun perasaan seseorang dimana efek samping dari penggunaan obat ini adalah kecanduan atau menyebabkan ketergantungan terhadap zat atau bahan ini. Untuk itu diperlukan pengawasan yang ketat akan ketersediaan dan penggunaannya agar tidak terjadi penyalahgunaan.

Penyalahgunaan NAPZA berpotensi merusak generasi bangsa. Oleh karenanya penting untuk dilakukan deteksi dini untuk selanjutnya dapat dilakukan tatalaksana yang tepat.

Hal ini senada dengan sambutan Kabid P2P, bahwa untuk menanggulangi masalah kesehatan jiwa dan penyalahgunaan NAPZA diperlukan kerjasama antara tenaga kesehatan dengan lintas sektor terkait. “ Jangan sampai obat-obatan terlarang merusak generasi bangsa” Paparnya.

Deteksi dini gangguan jiwa dapat diketahui dengan Self Reporting Questionaire (SRQ) 20 sedangkan untuk deteksi dini penyalahgunaan NAPZA dapat menggunakan SRQ 20 dan ASSIST. Tehnik yang digunakan dalam deteksi dini adalah dengan metode wawancara mendalam dengan menjunjung kerahasiaannya.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan peserta untuk deteksi dini gangguan jiwa dan penyalahgunaan NAPZA, sehingga dapat dilakukan tindakan yang tepat dan penderita dapat dipulihkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *