Pertemuan Penguatan Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (5NG) Kota Salatiga

Bale Resto – Kesehatan ibu hamil sangat penting untuk dijaga dan diperhatikan sejak dini. Upaya pencegahan dan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Jawa Tengah dilakukan melalui program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (5 NG). Yang mana dalam pelaksanaan program tersebut diperlukan dukungan berbagai pihak.

Dalam upaya mendukung program Pemprov Jateng, DKK Salatiga mengadakan Pertemuan Penguatan Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (5 NG) Kota Salatiga, Selasa (02/04/2019). Pertemuan dihadiri 30 orang yang terdiri atas Bhayangkari, Persit, NU Aisyiyah, Puskesmas se-Kota Salatiga, dan OPD terkait. Kegiatan dibuka oleh Kepala DKK Salatiga, Siti Zuraidah, SKM, M.Kes. Narasumber M. Marhadi,SKM (DKK Salatiga), Sri Sukartini, S. SiT (TP PKK Kota Salatiga), Drs. Danus Kusstianto, MM (Bapelitbangda), dr. Bayu Ari Wibowo, Sp.OG (RSUD Salatiga), dan dr. Listya Ekowulandari, Sp. A (RSUD Salatiga).

Program 5 NG memiliki 4 fase yang terdiri atas fase pra hamil, fase kehamilan, fase persalinan dan fase nifas. Pada fase pra hamil terdapat dua terminologi yaitu stop dan tunda, stop hamil pada ibu usia > 35 tahun dan sudah memiliki anak, serta tunda kehamilan jika usia < 20 tahun dan kondisi kesehatan belum optimal. Selain itu, minimal ibu hamil periksa ke tenaga kesehatan (dokter dan bidan) sebanyak 4 kali selama kehamilan. Ibu hamil juga perlu memahami berbagai tanda/bahaya kehamilan dan pada saat persalinan harus ditolong oleh tenaga kesehatan yang kompeten. Fase terakhir (nifas) yaitu mencatat dan memonitor ibu dan bayi sampai 1000 hari pertama kelahiran.

Pertemuan ini diharapkan dapat meningkatkan koordinasi dan penguatan dalam pelaksanaan program 5 NG, sebagai salah satu upaya untuk mencegah dan menurunkan AKI dan AKB di Kota Salatiga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *