Seminar Monkeypox / cacar monyet

Plumpungan Sekda – Sebanyak 100 orang yang terdiri atas kader kesehatan, Unsur Kelurahan, Programer Surveilans Puskesmas dan Rumah Sakit se-Kota Salatiga, Lintas program dan lintas sektor terkait mengikuti Seminar Monkeypox / Cacar Monyet di Ruang Plumpungan Sekda Kota Salatiga, Selasa (26/11/2019).

Monkeypox atau cacar monyet merupakan penyakit akibat virus yang dapat ditularkan melalui hewan antara lain monyet dan hewan pengerat seperti tupai, tikus. Penularan dapat terjadi melalui gigitan/cakaran hewan terinfeksi, kontak langsung dengan darah dan cairan tubuh/lesi kulit hewan terinfeksi, serta mengkonsumsi daging hewan liar yang terkontaminasi.

Acara dibuka oleh Kabid P2P, Junaedi, S.Kep, Ners, M.Kes. Seminar ini menghadirkan 3 narasumber, yaitu Junaedi, S.Kep, Ners, M.Kes (Kabid P2P), Agus Priyana, SKM, M.Kes (Dinkes Prov Jateng), dan dr. Lucky Handaryati, Sp. KK, FINSDV (RSUD Salatiga).

Wilayah yang terjangkit monkeypox saat ini adalah Afrika Tengah dan Barat seperti Kongo, Kamerun, Nigeria, Sierra, Liberia. Pada tahun 2019 telah ditemukan kasus monkeypox di Singapura. Kabid P2P dalam sambutannya menyampaikan bahwa meskipun cacar monyet belum ditemukan di Indonesia, tetapi penyakit ini perlu diwaspadai.

Masa inkubasi monkeypox adalah 5 – 21 hari dan menimbulkan berbagai gejala antara lain sakit kepala, lemas, nyeri punggung dan otot, pembengkakan kelenjar getah bening, timbul vesikel dan gangguan saluran nafas. Munculnya ruam/bintik merah menyerupai cacar dimulai dari wajah, kemudian menyebar ke seluruh tubuh.

Seminar ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan seluruh peserta tentang penyakit monkeypox maupun pencegahannya. Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *