Simulasi Vaksinasi COVID-19 di Kota Salatiga

Puskesmas Cebongan – DKK Kota Salatiga menggelar Simulasi Vaksinasi COVID-19 pada Kamis (21/1/2021) di Puskesmas Cebongan. Turut hadir dalam kegiatan ini Jajaran Forkopimda, OPD terkait, serta tenaga kesehatan di Kota Salatiga.

Simulasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang tahap dan alur pemberian vaksinasi Covid-19 serta untuk menghitung dan memperkirakan berbagai hal agar pelaksanaan vaksinasi dapat berjalan lancar dan akurat.

Proses simulasi dimulai dari pengawalan distribusi vaksin, penyimpanan vaksin sampai pemberian vaksin kepada warga masyarakat. Alur pelaksanaan vaksinasi di awali dr calon penerima vaksin melakukan CTPS dahulu dan diukur suhu tubuh sebelum masuk ke ruang tunggu vaksinasi, dimana calon penerima vaksin COVID-19 telah registrasi ulang datang tepat waktu sesuai jadwal. Dari ruang tunggu menuju meja 1, menunjukkan e-ticket dan bukti identitas lainnya untuk dilakukan verifikasi. Jika identitas sudah terverifikasi, calon penerima vaksin melanjutkan ke meja 2. Di Meja 2, petugas kesehatan melakukan anamnesa dan pemeriksaan fisik sederhana untuk melihat kondisi kesehatan dan mengidentifikasi penyakit penyerta (komorbid). Jika calon penerima vaksin sehat, maka vaksinasi dapat dilanjutkan. Calon penerima vaksin menuju meja 3 untuk dilakukan vaksinasi secara aman, Setelah dilakukan vaksinasi di meja 3, calon penerima vaksin menuju meja 4 untuk dilakukan pencatatan dan observasi. Disini petugas mencatat hasil pelayanan vaksinasi, dan penerima vaksin diobservasi selama 30 menit untuk memonitor kemungkinan terjadi KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) sambil dilakukan penyuluhan mengenanai COVID-19, kemudian calon penerima vaksin memperoleh kartu vaksinasi.

Kepala Dinas Kesehatan Siti Zuraidah , SKM, M.Kes menyampaikan bahwa vaksinasi COVID-19 tahap pertama diperuntukkan bagi tenaga kesehatan. Sasaran tenaga kesehatan yang masuk kriteria sebagai penerima vaksinasi di Kota Salatiga sebanyak 2.825 orang.

Pemerintah menjamin vaksin yang digunakan sesuai dengan standar keamanan dan sudah melewati uji klinik yang ketat. “Tidak perlu mendengar berita-berita hoax, yakini jika vaksin ini bertujuan untuk melindungi kesehatan kita dan keluarga kita dari virus corona. Sudah ada statement dari MUI dan BPOM bahwa vaksin ini aman” tegas Walikota Salatiga Yuliyanto, saat mengikuti jalannya Simulasi Vaksinasi COVID-19.

Dengan simulasi ini diharapkan masyarakat semakin menyadari dan memahami akan arti pentingnya vaksinasi sebagai bentuk ikhtiar kita dalam mencegah penularan COVID-19.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.