Sosialisasi Hasil Uji Petik Jasa Boga atau Rumah Makan

DKK Salatiga – Dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap makanan yang disediakan di luar rumah, maka produk-produk makanan yang disediakan oleh perusahaan atau perorangan yang bergerak dalam usaha penyediaan makanan untuk kepentingan umum, haruslah terjamin kesehatan dan keselamatannya. Semua itu akan terwujud bila ditunjang dengan keadaan hygiene dan sanitasi Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) yang baik dan dipelihara secara bersama oleh pengusaha dan masyarakat. TPM yang dimaksud meliputi rumah makan dan restoran, jasaboga atau catering, industri makanan, kantin, warung dan makanan jajanan dan sebagainya.
Hal inilah yang mendasari Dinas Kesehatan Kota Salatiga mengadakan Pertemuan Sosialisasi Hasil Uji Petik Jasa Boga atau Rumah Makan di Kota Salatiga. Kegiatan ini dihadiri oleh 40 orang yang terdiri dari petugas Sanitarian puskesmas dan pengelola jasa boga dan rumah makan. 
Kasi KLKK, Winarni, SKM membuka sekaligus memberikan materi dalam pertemuan ini. Ia menyampaikan bahwa jasa boga atau rumah makan sebagai salah satu jenis tempat pelayanan umum yang mengolah dan menyediakan makanan bagi masyarakat banyak, memiliki potensi yang cukup besar untuk menimbulkan gangguan kesehatan atau penyakit bahkan keracunan akibat dari makanan yang dihasilkannya. Dengan demikian kualitas makanan yang dihasilkan, disajikan dan dijual oleh TPM harus memenuhi syarat-syarat kesehatan. 
Materi selanjutnya yaitu tentang Tata Cara Memperoleh Sertifikat Laik Sehat Usaha TPM, yang disampaikan oleh Pengelola Program Kesehatan Lingkungan yaitu Asfiyah, SKM. Adapun syarat – syaratnya adalah :
Bagi pemilik/pengusaha mengajukan permohonan ke DKK dengan melampirkan :
– Fotocopy KTP
– Fotocopy Surat Keterangan Domisili Perusahaan
– Peta situasi dan gambar denah bangunan pengolah makanan
– Sertifikat kursus penyehatan makanan/penyehatan air untuk pengusaha/penjamah yang dilaksanakan oleh Asosiasi
Perusahaan yang telah memenuhi persyaratan penilaian akan diberikan Sertifikat Laik Sehat. 
Sertifikat laik sehat dinyatakan tidak berlaku bila :
– Perusahaan yang izin usahanya dicabut
– Perusahaan yang tutup/pindah alamat/ ganti nama
– Perusahaan tidak memenuhi persyaratan kesehatan
– Perluasan/membuka cabang di tempat lain.
– Terjadi KLB
Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan tentang Form Laik Sehat dan dilakukan Self Assesment oleh pengusaha.

Dengan adanya pertemuan ini diharapkan TPM lebih memperhatikan persyaratan hygiene sanitasi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *