Sosialisasi Perwali Rencana Aksi Daerah Tuberkulosis (RAD TB)

Plumpungan Sekda – Dalam rangka melakukan upaya penanggulangan penyakit tuberkulosis di Kota Salatiga, DKK Salatiga menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Perwali Rencana Aksi Daerah Tuberkulosis (RAD TB) Kota Salatiga tahun 2019, di Ruang Plumpungan Sekda Kota Salatiga, Kamis (21/11/2019). Kegiatan diikuti sebanyak 55 orang yang terdiri atas Rumah Sakit, Klinik, Puskesmas se-Kota Salatiga, unsur Kecamatan dan Kelurahan, Organisasi Masyarakat (PPSS, Semar, Aisyiyah), Organisasi Profesi (IDI,IBI, IAI, Patelki), dan lintas sektor terkait.

Acara dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Salatiga, Drs. Fakruroji. Seluruh peserta mengikuti materi yang disampaikan oleh dr. Tatik Murhayati, M.Kes (Kabid P2P Dinkesprov Jateng), Erni Wijayanti,SH (Bapelitbangda Kota Salatiga), dan dr. Tenny Setyoharini, M.Kes (Kabid P2P DKK Surakarta) yang dimoderatori Kabid P2P DKK Salatiga, Junaedi, S.Kep, Ners, M.Kes.

Sekretaris Daerah Kota Salatiga dalam sambutannya mengajak seluruh intansi pemerintah maupun non pemerintah beserta masyarakat untuk menjalin kerjasama dalam menjalankan program penanggulangan TB. “Diperlukan kerjasama lintas sektor berupa sinergitas program penanggulangan TB sehingga dapat menyatukan komitmen dan membentuk rencana aksi yang nyata untuk pengendalian TB di Kota Salatiga” Imbuhnya.

Pada tahun 2018 terdapat 842.000 kasus TB di Indonesia dengan angka kematian 107.000 kasus. Indonesia menduduki peringkat ke-3 kasus TB tertinggi di dunia setelah India dan China. Hal ini merupakan kondisi yang memprihatinkan dan membawa dampak bagi masyarakat, bangsa dan negara.

Upaya penanggulangan TB di Kota Salatiga tertuang dalam Perwali No. 21 tahun 2019 tentang RAD TB Kota Salatiga tahun 2019-2024. Pertemuan ini diharapkan dapat meningkatkan kerjasama lintas sektor dan menyelaraskan program pengendalian TB Kota Salatiga.

Sekretaris Daerah Kota Salatiga berharap kasus TB mendapatkan penanganan yang tepat dan mewujudkan Salatiga bebas TB untuk mendukung program Indonesia Bebas TB tahun 2050. “ Pengendalian TB dimulai dari upaya pencegahan, identifikasi dan pengobatan secara tepat” Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *