Walikota Lakukan Pembinaan & Dialog “Cegah Stunting Mulai dari Keluarga”

KALOKA SEKDA – Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh kembang yang terjadi pada balita usia 0-24 bulan yang disebabkan oleh kekurangan gizi dalam waktu yang lama/menahun. Keadaan stunting ditandai dengan tubuh yang lebih pendek dari anak seusianya, misalkan pada bayi baru lahir perempuan dengan panjang badan <45,4 cm atau laki-laki <46,1cm. Balita yang terkena stunting akan tampak lebih muda dari anak seusianya dan komposisi badannya proporsional (tidak tampak membesar dibagian tertentu).

Sebanyak 738 kasus stunting atau 6,93% ditemukan di Kota Salatiga. Meskipun masih dibawah standart nasional yaitu 20%, kita harus mulai bergerak sehingga tidak ada kenaikan kasus. Hal inilah yang mendasari Dinas Kesehatan Kota Salatiga melaksanakan Pembinaan dan Dialog bersama Walikota yang bertema “Cegah Stunting Mulai Dari Keluarga” di Ruang Kaloka Setda Kota Salatiga pada 17/10/18.

“Kita harus senantiasa merapatkan barisan dengan koordinasi secara intern, dan segera melakukan langkah-langkah yang tepat dan strategis untuk menyelesaikan masalah kesehatan. Stunting bukan hanya masalah di masyarakat, tetapi merupakan masalah Pemerintah Daerah. Dinas Kesehatan harus bersinergi dengan seluruh stakeholder yang ada, baik dengan masyarakat melalui posyandu, maupun dunia usaha”, papar Walikota dalam sambutannya.

Ketua TP PKK Kota Salatiga Titik Kinarningsih menyampaikan bahwa stunting dapat dicegah dengan mengoptimalkan 1000 Hari Pertama Kehidupan yang dimulai sejak janin dalam kandungan hingga balita berusia 2 tahun. Ibu hamil harus mendapatkan asupan gizi yang baik selama masa kehamilan, dengan makan makanan yang bergizi seimbang. Selain itu ia juga memberikan kebijakan bahwa seluruh keluarga yang mempunyai balita stunting bisa mengambil buah dan sayur di KRPL di setiap wilayah kelurahan secara gratis.

Kegiatan ini dihadiri oleh 150 peserta yang terdiri dari kader posyandu balita dan orang tua balita dari 23 Kelurahan di Kota Salatiga, dan didukung oleh IDAI, PERSAGI, IKAS, IBI, dan Bank Jateng.

Selain Walikota Yuliyanto, narasumber pada kegiatan ini adalah Listya Eko (dokter Sp.A dari RSUD Salatiga) dan Sulistiyaningsih (PERSAGI Salatiga), dengan moderator Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga Siti Zuraidah.
Peserta sangat antusias dalam berdialog dengan narasumber. Kegiatan ini diakhiri dengan pembagian doorprize kepada peserta yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar dari narasumber.

Mari Kita wujudkan generasi Salatiga bebas Stunting!
Cegah Stunting itu Penting!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *