Workshop Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR)

Puskesmas Kalicacing – Terdapat berbagai jenis penyakit menular di Indonesia yang berpotensi menimbulkan wabah atau Kejadian Luar Biasa (KLB), diantaranya demam berdarah dengue, malaria, chikungunya, leptospirosis, campak, dll. Untuk mencegah terjadinya KLB, perlu dibentuk suatu sistem kewaspadaan dini yang memantau perkembangan trend suatu penyakit menular potensial menimbulkan wabah/KLB. Sistem tersebut dapat dibentuk melalui kerjasama antara tenaga kesehatan dengan masyarakat.

Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan mencegah terjadinya KLB penyakit menular di Kota Salatiga, DKK Salatiga menyelenggarakan workshop Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), Senin (17/06). Peserta sebanyak 40 orang yang terdiri atas pemegang program surveilans puskesmas dan rumah sakit serta kader kesehatan kelurahan se-Kota Salatiga. Kegiatan dibuka oleh Kabid P2P, Junaedi, S.Kep, Ners, M.Kes. Narasumber dari Dinkes Prov Jateng, Agus Priyana, SKM, M.Kes.

Melalui sambutannya, Kabid P2P, Junaedi, S.Kep, Ners, M.Kes menyampaikan bahwa segala hal yang potensial menimbulkan KLB di lingkungan sekitar harus diketahui sejak dini. Perkembangan trend penyakit harus terpantau sejak awal, jangan sampai terjadi wabah. SKDR sangat penting dilaksanakan untuk mencegah KLB.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petugas surveilans puskesmas maupun rumah sakit dan peran serta kader kesehatan kelurahan dalam melakukan kewaspadaan dini terhadap hal-hal yang berpotensi menimbulkan wabah/KLB. Harapannya seluruh puskesmas dan rumah sakit beserta kader kesehatan kelurahan se-Kota Salatiga dapat bersinergi dalam Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) sehingga dapat mencegah terjadinya wabah/KLB penyakit menular di Salatiga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *