Dialog interaktif di radio SS dengan tema Pengelolaan Sampah Infeksius

DKK Salatiga – Salah satu persoalan di tengah pandemi adalah limbah infeksius dan sampah rumah tangga dari penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Limbah infeksius ini merupakan limbah medis yang tergolong sampah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Adapun limbah infeksius tersebut berupa masker bekas, sarung tangan bekas, perban bekas, tisu bekas, plastik bekas minuman dan makanan, kertas bekas makanan dan minuman. Alat suntik bekas, set infus bekas, bekas alat pelindung diri (APD), hingga sisa makanan pasien. Berbagai limbah tersebut juga terdapat dari pasien positif Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman) dirumah.

Sebagai langkah untuk mengedukasi seluruh masyarakat Salatiga dan sekitarnya untuk turut menciptakan lingkungan yang sehat, Kasi KLKK DKK Salatiga, Winarni, SKM melakukan dialog interaktif bertema Pengelolaan Sampah Infeksius pada masyarakat yang Isolasi Mandiri dimasa Covid-19 di Radio Suara Salatiga, Selasa (24/08/21).

Sosialisasi sampah infeksius di masyarakat harus dilakukan supaya masyarakat paham terkait cara menangani Serta cara mengelola sampah infeksius agar tidak mencemari lingkungan dan mengakibatkan bahaya serta penyakit pada manusia.Kesehatan adalah asset utama dalam kehidupan kita, banyak orang kehilangan segalanya karena kesehatan yang terganggu, Oleh karena itu mari kita jaga kesehatan jiwa dan raga kita dengan selalu mentaati protokol kesehatan yang baik dan benar, pola hidup yang sehat, semoga kita semuanya bisa melalui pandemi ini dengan kondisi yang sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *