Lokakarya Pelibatan Distrik Publik Private Mix pada Program Percepatan Eliminsasi TBC

Senin, 25 Juli 2022 | Lokakarya Pelibatan Distrik Publik Private Mix pada Promgram Percepatan Eliminasi TBC.

Penyakit Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu masalah kesehatan balk di Dunia maupun di Indonesia dengan jumlah kasus dan kematian yang tinggi. Kesenjangan antara estimasi kasus TB di Indonesia dengan jumlah kasus TB yang ternotifikasi masih lebih dari 30% selama 3 (tiga) tahun terakhir. Sebagian besar notifikasi kasus TB merupakan kontribusi dari layanan pemerintah.

Untuk meningkatkan kualitas pelayanan TB dan meningkatkan laporan hasil pengobatan, dibutuhkan adanya penguatan jejaring layanan dengan melibatkan fasyankes pemerintah maupun swasta (Public-Private Mix/PPM). Di tingkat kabupaten/kota. dikenal istilah District-based Public Private Mix (DPPM) TB yang merupakan jejaring layanan TB antara fasilitas pelayanan kesehatan baik pemerintah maupun swasta di suatu kabupaten/kota dibawah koordinasi Dinas Kesehatan setempat.

Menindaklanjuti Program Pemerintah tersebut, Dinas Kesehatan Kota Salatiga melaksanakan Lokakarya Pelibatan Distrik Publik Private Mix pada Promgram Percepatan Eliminasi TBC yang berlangsung dua hari bertempat di Oemah Djari pada Senin 25/7/2022 pada hari Pertama. Peserta terdiri atas 13 orang yaitu Kepala Bidang P2P, Sub Koordinator P2M, Sub Koordinator Pelayanan Kesehatan, Wasor TB, Technical Officer TB pada Dinas Kesehatan Kota Salatiga, Perwakilan Tim DPPM, Perwakilan KOPI TB, dan Pemegang Program TB pada Puskesmas se-Kota Salatiga

Tujuan Kegiatan ini adalah Meningkatkan diseminasi informasi mengenai update kebijakan program penanggulangan TB, Mensosialisasikan isu terkini terkait TB termasuk konsep dan implementasi DPPM, Puskesmas mampu melakukan pelibatan, pemantauan dan pembinaan FKTP swasta di wilayahnya terkait program TB.

Kegiatan di buka oleh Sub Koordintor bidang Pengendalian Penyakit Menular, Wahyu Hudoyoko, S.K.M., M.P.H, dilanjutkan dengan Penyampaian Analisa Situasi TB Kota Salatiga oleh Technical Officer TB, Vivian Rheza A.F., SKM, Kemudian penyampaian Konsep Implementasi PPM dan Jejaring Layanan oleh dr. Andina Widiastuti, dilanjutkan dengan materi Penguatan Peran Puskesmas dalam Implementasi PPM, oleh drg. Rita Widyaseptriana, dan ditutup sengan Diskusi untuk kegiatan Hari Pertama.

Besar harapan pelaksanaan Kegiatan ini adalah emua pihak terkait untuk terlibat aktif dalam penemuan kasus TBC dan melaporkannya kepada dinas kesehatan untuk mencapai tujuan Salatiga bebas TBC tahun 2030.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.