Monev Program Surveilans dan Sosialisasi Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA)

Rabu 26 Oktober 2022 | Monev Program Surveilans dan Sosialisasi Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA)/ Atypical Progressive Acute Kidney Injury

Kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) pada anak saat ini menjadi momok baru di Indonesia. Diduga, kasus gagal ginjal ini dipicu oleh obat sirop yang mengandung etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) melebihi ambang batas normal. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) sudah menetapkan beberapa obat sirop yang dilarang penggunanya. Obat tersebut didominasi obat batuk, flu, dan penurun demam yang lazim dikonsumsi secara bebas.

Kemenkes per 21 Oktober telah melaporkan kasus GGAPA menjadi 241 kasus. Intensitas kasus terlihat lebih tinggi dalam dua bulan belakangan. Sementara berdasarkan persentase kasus melaporkan total sembuh sebanyak 39 kasus, sedang dalam pengobatan 69 kasus dan meninggal dunia 133 kasus.

Menindaklanjuti kasus tersebut, Dinas Kesehatan Kota Salatiga melaksanakan Monev Program Surveilans dan Sosialisasi Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA)/ Atypical Progressive Acute Kidney Injury yang g bertempat di Aula Dinas Kesehatan pada Selasa 26/10/2022 Dalam pelaksanaan monev tersebut para peserta terdiri dari petugas surveilans dan 1 paramedis dari perwakilan Rumah Sakit dan Puskesmas se-Kota Salatiga.

RTL dalam Kegiatan Tersebut Mensosialisasikan Kewaspadaan Dini GGAPA kepada internal instansi maupun masyarakat, Melaksanakan tata laksana kasus GGAPA sesuai yang sudah ditetapkan Kemenkes, Setiap anak dengan gejala anuria/oliguria yang ada di RS harus segera dilaporkan ke Dinas kesehatan dengan menggunakan Gform yang disiapkan dapat diakses melalui RS Online dan SKDR. https://bit.ly/FORM_PE_AKI (copy GForm dikirim ke Dinas Kesehatan mll narahubung Bu Susana Hikmawati Hp/WA 081325010791 atau Sri Rusminarti Hp/WA 081327228883). Dinkes berkoordinasi dengan RS untuk melaporkan di wilayah kerja masing-masing. Dinkes mmebuat surat ke semua pimpinan Fasyankes tentang pelaporan dan tata laksana kasus GGAPA. Pelaporan dengan Gform dilakukan setiap hari, dan akan direkapitulasi setiap hari (Pelaporan rekapan harian G-form akan dirangkum oleh PHEOC setiap jam 12.00 WIB dan akan dilakukan analisis harian (Sitrep) secara nasional. Rangkuman excel akan diumpan balik kan ke provinsi untuk dapat dilakukan analisis (Situasi report) per provinsi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *