Seminar HIV AIDS Kota Salatiga dengan Tema “ Salatiga, Peduli HIV No Diskriminasi “

Upaya untuk mengakhiri penularan HIV di Tahun 2030 gencar dilakukan oleh berbagai lintas sektor dan lintas program. Melalui Kementerian Kesehatan khususnya Direktorat P2PM terus melakukan berbagai kegiatan untuk mencapai “three zero”. Tujuan pengendalian HIV adalah menurunkan infeksi baru HIV, menurunkan angka kematian HIV AIDS, dan meniadakan stigma serta diskriminasi terkait kasus HIV AIDS. Salah satu strategi penanggulangan penularan HIV AIDS adalah dengan promosi kesehatan melalui berbagai media dengan peran serta kader WPA, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, PKK, dan mitra peduli HIV AIDS di Kota Salatiga. Dinas Kesehatan Kota Salatiga melalui seksi P2M menyelenggarakan Seminar HIV AIDS Kota Salatiga dengan Tema “ Salatiga, Peduli HIV No Diskriminasi “ pada hari Selasa, 14/5/2024 di Ruang Kaloka Gedung Setda.

Seminar HIV AIDS sebagai kegiatan untuk melakukan transfer pengetahuan terkait pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS dengan menyebar luas informasi secara benar dan bertanggung jawab. Peserta pada pertemuan ini sejumlah 120 orang yang terdiri dari kader WPA, Kader PKK, KPA, LSM, Data Officer, Koordinator Pendukung Sebaya, Pendukung Sebaya, Dinas Kesehatan dan Layanan Kesehatan.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga, dr. Prasit Al Hakim. Hadir sebagai Narasumber Pemegang program P2 Dinkes Prov. Jawa Tengah Sri Anerusi, SKM, M.Kes, Kabid P2 Dinkes Salatiga Suhardi, SKM, M.Kes, dr. Fetika Widowati ( IDI cabang Kota Salatiga), dan Sri Hartini, S.Pd, M.Pd ( Kabid. Kesejahteraan dan perlindungan Anak DPPPAPPKB Kota Salatiga).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta, kesadaran, kepedulian dan keterlibatan baik pemerintah, instansi terkait, swasta dan masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS untuk mewujudkan Three Zero HIV pada 2030 serta meniadakan stigma dan diskriminasi pada ODHA.

Besar Harapan kegiatan ini dapat menjadi kegiatan sosialisasi yang berkelanjutan ke masyarakat di wilayahnya oleh kader kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *