Sosialisasi Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN)

Senin, 25 Juli 2022 | Sosialisasi Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN)

Situasi pandemi yang terjadi selama tahun 2020-2021 mengakibatkan turunnya tren imunisasi anak secara signifikan. Masyarakat merasa kesulitan untuk mendapatkan imunisasi anak, dikarenakan stok vaksin anak tidak tersedia secara maksimal. Hal ini merupakan imbas dari alokasi anggaran kesehatan yang dialihkan ke penanganan COVID-19. Disamping itu, para orangtua khawatir akan penularan COVID-19 yang lebih rentan terjadi di fasilitas Kesehatan. Sehingga tidak banyak masyarakat yang datang ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan imunisasi lengkap pada anak.

Laporan imunisasi rutin tahun 2021 menunjukkan penurunan cakupan imunisasi dasar lengkap sebesar 9,5% dari 93,7% (2019) menjadi 84,2% (2021), serta terjadi penurunan cakupan campak rubella baduta sebesar 14,2% dari 72,7% (2019) menjadi 65,3% (2020). Kemudian terjadi penurunan cakupan campak-rubella baduta sebesar 6,8% dari 65,3% (2020) menjadi 58,5% (2021).

Dampak dari penurunan cakupan tersebut adalah peningkatan jumlah anak yang belum lengkap status imunisasinya mengakibatkan peningkatan jumlah kasus PD3I dan terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB PD3I) seperti campak, rubella, dan difteri dibeberapa wilayah.

Berdasarkan hal tersebut, Pemerintah berupaya melaksanakan program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) untuk menutup kesenjangan imunitas, pemberian imunisasi yang dilaksanakan secara terintegrasi.

Menindaklanjuti Program Pemerintah tersebut, Dinas Kesehatan Kota Salatiga melaksanakan Sosilaisasi Pencanangan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) bertempat di Aula Dinas Kesehatan pada Senin 25/7/2022. Peserta terdiri atas 40 orang perwakilan dari masing-masing puskesmas, kelurahan, kecamatan, TP PKK, organisasi profesi, dan lintas program di Dinas Kesehatan Kota Salatiga.

Tujuan sosialisasi ini adalah untuk memberikan arahan kepada pihak-pihak terkait agar dapat ikut menyukseskan program BIAN yang dicanangkan oleh Kemenkes RI. Secara nasional, pelaksanaan BIAN ini terdiri atas dua tahap yakni pada tahap pertama pada bulan Mei dan tahap kedua pada bulan Agustus. Wilayah pelaksanaan BIAN pada tahap pertama adalah pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Sedangkan pada tahap kedua, pelaksanaannya terfokus seluruh daerah di pulau Jawa dan Bali.

Hadir sebagai narasumber Kabid. P2P Dinas Kesehatan dr. Prasit Al Hakim (Materi “Bulan Imunisasi Anak Nasional/BIAN”, Ketua Pokja IV TP TPP Kota Salatiga Sri Sukartini, SST (Materi “Peran PKK dalam Menyukseskan BIAN”), dan Kepala MUI Kota Salatiga Agus Ahmad Suaidi (Materi “Fatwa MUI tentang Imunisasi”)

Imunisasi anak dilakukan untuk mencegah terjadinya indikasi penyakit yang berdampak serius. Sebagai contoh campak, rubella, polio, difteri, pertusis, hepatitis B, pneumonia dan meningitis. Seiring dengan hal itu, anak menjadi lebih aktif, produktif, dan memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Anak tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang baik untuk kemajuan bangsa pada masa yang akan datang.

BIAN di Kota Salatiga sendiri akan dimulai pada Bulan Agustus dengan sasaran bayi/anak sebanyak 12.775. Pelaksanaan BIAN dimaksimalkan di Posyandu agar lebih dekat dan mencakup lebih banyak sasaran. Dalam hal ini seluruh stakeholder memiliki tugas yang sama yakni memberi pengaruh positif kepada sasaran agar mau melaksanakan imunisasi lengkap pada anak sesuai jadwal.

Besar harapan pelaksanaan program BIAN ini dapat meningkatkan cakupan imunisasi anak di Indonesia, khususnya di Kota Salatiga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.