Kementerian Kesehatan telah berupaya mengembangkan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) di Puskesmas dengan paket pelayanan komprehensif untuk kesehatan remaja meliputi KIE, konseling, pembinaan konselor sebaya, layanan klinis/medis dan rujukan termasuk pemberdayaan masyarakat.
“Perlu disampaikan bahwa data kesehatan remaja sampai bulan juni 2022 jumlah remaja yang hamil kurang dari 20 tahun ada 4 kasus, jumlah remaja yang hamil diluar nikah kurang dari 20 tahun ada 11 kasus. Dengan adanya kasus ini berarti dari sekarang kita harus mempersiapkan generasi remaja yang sehat, produktif, tidak stunting dan cerdas. Posyandu remaja ini merupakan upaya kesehatan yang bersumber di masyarakat. Kami beserta puskesmas juga melakukan pembinaan terhadap mereka,” jelas Kadinkes Siti Zuraidah, SKM, M.Kes saat melaporkan penyelenggaraan pelaksanaan germas posyandu remaja.
14 Posyandu Remaja yang berasal dari 12 kelurahan di Salatiga yaitu Sehati, Ganesh, Hasan Ma’arif, Annida 3, Bina Kasih, Tunas Cahaya, Sinar Genre, Regasi, Edelweis, Permata, Argowaras, Melati Berseri, Tirta Husada dan Posyandu Remaja Gerak secara resmi dikukuhkan oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Sinoeng N Rachmadi pada, Rabu (24/08/2022). Posyandu remaja ini penting karena akan menjadi gerakan yang membantu dalam menginformasikan terkait kesehatan di dalam masyarakat.
Pj Wali Kota berpesan “Dengan dilantiknya kalian sebagai Posyandu Remaja di masing-masing wilayah, diharapkan bisa menjadi generasi masyarakat yang memberikan contoh dan memberikan informasi mengenai segala hal tentang kesehatan. Sehingga bermanfaat bagi sesama remaja dan masyarakat,”.
Terdapat juga kegiatan perlombaan simulasi meja pelayanan, pelayanan vaksinasi Covid-19 (dosis 1, 2 dan booster), Screening PTM dan Screening TB.









