Pertemuan Penyelenggaraan Pemberdayaan Masyarakat Sekolah / Madrasah

Rabu 21 September 2022 | Pertemuan Penyelenggaraan Pemberdayaan Masyarakat Sekolah/Madrasah Kota Salatiga Tahun 2022

Pemberdayaan masyarakat sekolah merupakan upaya fasilitasi yang bersifat non instruktif, guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat sekolah dihadapi, agar mampu mengidentifikasi masalah yang potensi yang dimiliki, merencanakan dan melakukan pemecahannya dengan memanfaatkan potensi setempat. Pemberdayaan masyarakat di sekolah ini meliputi pemberian informasi kepada masyarakat sekolah agar berubah dari tidak tahu menjadi tahu atau sadar (aspek pengetahuan atau knowledge), dari tahu menjadi mau (aspek sikap atau atitude), dan dari mau menjadi mampu melaksanakan perilaku yang diperkenalkan (aspek tindakan atau practice).

Dinkes Prov Jawa Tengah, Dinas Pendidikan Kebudayaan Wilayah V dan Dinas Kesehatan Kota Salatiga melaksanakan pertemuan Penyelenggaraan Pemberdayaan Masyarakat Sekolah/Madrasah berlangsung di Aulia Resto pada Rabu, 21 September 2022. Peserta terdiri SMAN 3 Salatiga dan MAN Salatiga Masing diwakili 2 guru serta 13 siswa anggota PMR, dan Kepala Sekolah.

Pada Pertemuan kali ini di lakukan kegiatan Musyawarah Masyarakat Sekolah (MMS) yang diawali dengan Penyampaian hasil analisis Survey Mawas Sekolah (SMS), dilanjutkan dengan menyepakati tim dinamis rencana aksi analisis SMS, menyamakan pemahaman tentang masalah kesehatan yang ada, menyusun prioritas masalah, termasuk kemungkinan penyebabnya, kemudian ,erumuskan upaya pencegahan masalh, menyusun rencana aksi untuk mengatasi masalah, dan melakukan pengorganisasian masyarakat sekolah untuk kegiatan intervensi.

Dalam kegiatan ini peserta menyampaikan paparan hasil Survey Mawas Sekolah (SMS) dari kuisioner yang telah dibagikan yang telah dibagikan. Dari hasil analisis 197 responden dihasilkan bahwa prioritas masalh utama adalah tempat sampah terpilah, belum terlaksananya pemeriksaan HB untuk siswi, makanan tidak sehat yang sering dibeli di kantin, dan masih ditemukan wargalain (Pengunjung) sekolah yang merokok.

Besar harapan pelaksanaan Kegiatan ini adalah meningkatnya perilaku Germas di lingkungan tatanan pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *