Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Stunting merupakan masalah yang sebenarnya bisa dicegah.
Bertempat di Aula Kecamatan Sidomukti, Rabu (12/6/24) diadakan kegiatan pertemuan forum germas dengan tema “Melalui Germas Kita Sukseskan Gerakan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting Kota Salatiga”. Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Diskominfo, Camat Sidomukti, Lurah, Kepala Puskesmas, Kader Posyandu, KELSI se Kota Salatiga dan segenap tamu undangan.
Pada sambutannya, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Salatiga Joko Wahono menyampaikan stunting di Kota Salatiga masih ada kurang lebih 457 kasus stunting di Kota Salatiga, itu masih tinggi bapak ibu”. Berkenaan dengan angka stunting tersebut, beliau berharap kepada tamu undangan yang merupakan tulang punggung dalam pencegahan stunting di masyarakat, apabila menemukan gejala-gejala kasus stunting untuk segera melapor ke puskesmas setempat.
Sebelum acara dimulai peserta kegiatan melakukan skrinning kesehatan dan senam peregangan bersama, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian beberapa materi dari narasumber diantaranya oleh Kepala Dinas Kesehatan, dr. Prasit Al Hakim dengan materi “Melalui Germas Kita Sukseskan Gerakan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting Kota Salatiga” dan Camat Sidomukti, Guntur Junanto, S.STP dengan materi “Best Practice Implementasi Germas di Kecamatan Sidomukti”.
Harapannya, peserta kegiatan ini dapat mendorong ibu hamil, balita, calon pengantin untuk melakukan pengecekan dalam rangka program intervensi serentak pencegahan stunting.








