DI lingkungan Dinas Kesehatan Kota Salatiga terdapat Inovasi SIRAH RESIK,
Sirah Resik adalah Strategi Peran Tenaga Kesehatan dalam Penerapan Pengelolaan Sampah di Dinas Kesehatan Kota Salatiga, inovasi ini menjadi inovasi sebagai pengolah sampah mandiri di lingkungan kantor, diantaranya menyediakan komposter bagi pengolahan organik, tersedianya tempat sampah botol dan adanya ruang terbuka hijau
Berikut cara mengolah sampah organik dan non-organik agar lebih ramah lingkungan dan bermanfaat:
1. Sampah Organik
Sampah organik berasal dari bahan alami yang mudah terurai, seperti sisa makanan, daun, kulit buah, dan sayuran.
Cara mengolahnya:
- Kompos:
- Pisahkan sampah organik dari jenis lain.
- Masukkan ke wadah komposter atau lubang tanah.
- Tambahkan tanah dan sedikit air agar lembap.
- Aduk secara berkala hingga menjadi pupuk kompos dalam 1–2 bulan.
- Pupuk cair (eco-enzyme):
- Campurkan sisa buah, gula merah, dan air dengan perbandingan 3:1:10.
- Simpan dalam wadah tertutup selama 3 bulan.
- Gunakan hasilnya sebagai pupuk cair atau pembersih alami.
- Pakan ternak atau maggot:
- Sisa sayur dan buah bisa dijadikan pakan ternak atau bahan budidaya maggot untuk mengurangi limbah.
2. Sampah Non-Organik
Sampah non-organik berasal dari bahan yang sulit terurai, seperti plastik, kaca, logam, dan kertas.
Cara mengolahnya:
- Pisahkan berdasarkan jenisnya (plastik, logam, kaca, kertas).
- Daur ulang:
- Kertas bisa dijadikan kertas daur ulang atau kerajinan tangan.
- Botol plastik dan kaleng bisa dijual ke bank sampah atau digunakan kembali sebagai pot tanaman, wadah, atau dekorasi.
- Upcycling (kreasi ulang):
- Gunakan bahan bekas untuk membuat barang baru, seperti tas dari bungkus kopi, lampu dari botol kaca, atau tempat pensil dari kaleng.
- Setor ke bank sampah:
- Banyak daerah memiliki bank sampah yang menampung dan menyalurkan sampah non-organik ke industri daur ulang.
Dengan mengolah kedua jenis sampah ini secara terpisah, lingkungan menjadi lebih bersih, dan limbah bisa berubah menjadi sesuatu yang bermanfaat.




