1. Pilih waktu yang tepat
- Sebelum berbuka (30–60 menit sebelumnya): Cocok untuk latihan ringan seperti jalan kaki, yoga, atau stretching. Setelahnya bisa langsung berbuka untuk mengganti energi.
- Setelah tarawih: Waktu ideal untuk latihan intensitas sedang seperti jogging, bersepeda, atau latihan beban ringan.
2. Pilih jenis olahraga ringan hingga sedang
- Jalan kaki santai
- Yoga atau pilates
- Bodyweight training ringan (push-up, sit-up, plank)
- Bersepeda santai
3. Perhatikan durasi dan intensitas
Cukup 20–45 menit per sesi. Hindari latihan berat yang membuat tubuh kehilangan banyak cairan.
4. Jaga asupan nutrisi saat sahur dan berbuka
- Sahur: Konsumsi karbohidrat kompleks (oat, nasi merah), protein, dan cukup air.
- Berbuka: Awali dengan air putih dan kurma, lalu makan makanan bergizi seimbang.
5. Tetap hidrasi
Minum cukup air antara waktu berbuka hingga sahur (sekitar 2–3 liter total).
6. Dengarkan tubuhmu
Jika merasa pusing, lemas, atau dehidrasi, segera hentikan olahraga dan istirahat.
Dengan pengaturan waktu dan intensitas yang tepat, olahraga saat puasa tetap bisa menjaga kebugaran tanpa mengganggu ibadah.




