Salah satu program pemerintah untuk penanganan anemia pada remaja yaitu pemberian Tabet Tambah Darah (TTD) pada remaja puteri. Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2023 persentase remaja putri mengkonsumsi TTD (lengkap/sesuai) di Jawa Tengah sebesar 57,56 %. Sedangkan persentase remaja putri kelas 7 dan 10 yang diskrining Hb tahun 2023 sebesar 85,39 %, dengan hasil 30,45 % anemia. Optimalisasi program yang sudah dijalankan dan pemantauan kepatuhan konsumsi TTD melalui program Aksi Bergizi dalam kerangka Sekolah/Madrasah Sehat masih sangat diperlukan. Kompleksnya permasalahan pada remaja, tentunya memerlukan penanganan yang komprehensif dan terintegrasi yang melibatkan semua unsur dari lintas program dan sektor terkait.
Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan status kesehatan anak usia sekolah dan remaja melalui Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) adalah dengan mewujudkan sekolah/madrasah sehat (stratifikasi UKS/M paripurna). Peningkatan status kesehatan peserta didik melalui pelaksanaan Aksi Bergizi bagi peserta didik SMP/MTS dan sederajat serta SMA/MA dan sederajat untuk memastikan peserta didik perempuan mengkonsumsi TTD 1 kali seminggu. Oleh karena itu Dinas Kesehatan Kota Salatiga melaksanakan Kegiatan Deteksi Kesehatan Remaja melalui Aksi Bergizi Cegah Stunting pada, Selasa 20 Mei 2025 di Pondok Al Falah Salatiga Jl. Jl. Bima No. 2, Ngemplak, Kel. Dukuh, Kec. Sidomukti, Kota Salatiga.
Kegiatan Diawali dengan sarapan Gizi seimbang bersama bagi peserta dilanjutkan minum Tablet Tambah Darah (TTD). Dilandutkan dengan Pemeriksaan/ skrining anemia oleh petugas kesehatan dari Puskesmas, kemudian dilanjutkan dengan Paparan Materi disampaikan oleh :
Salah satu program pemerintah untuk penanganan anemia pada remaja yaitu pemberian Tabet Tambah Darah (TTD) pada remaja puteri. Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2023 persentase remaja putri mengkonsumsi TTD (lengkap/sesuai) di Jawa Tengah sebesar 57,56 %. Sedangkan persentase remaja putri kelas 7 dan 10 yang diskrining Hb tahun 2023 sebesar 85,39 %, dengan hasil 30,45 % anemia. Optimalisasi program yang sudah dijalankan dan pemantauan kepatuhan konsumsi TTD melalui program Aksi Bergizi dalam kerangka Sekolah/Madrasah Sehat masih sangat diperlukan. Kompleksnya permasalahan pada remaja, tentunya memerlukan penanganan yang komprehensif dan terintegrasi yang melibatkan semua unsur dari lintas program dan sektor terkait.
Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan status kesehatan anak usia sekolah dan remaja melalui Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) adalah dengan mewujudkan sekolah/madrasah sehat (stratifikasi UKS/M paripurna). Peningkatan status kesehatan peserta didik melalui pelaksanaan Aksi Bergizi bagi peserta didik SMP/MTS dan sederajat serta SMA/MA dan sederajat untuk memastikan peserta didik perempuan mengkonsumsi TTD 1 kali seminggu. Oleh karena itu Dinas Kesehatan Kota Salatiga melaksanakan Kegiatan Deteksi Kesehatan Remaja melalui Aksi Bergizi Cegah Stunting pada, Selasa 20 Mei 2025 di Pondok Al Falah Salatiga Jl. Jl. Bima No. 2, Ngemplak, Kel. Dukuh, Kec. Sidomukti, Kota Salatiga.
Kegiatan Diawali dengan sarapan Gizi seimbang bersama bagi peserta dilanjutkan minum Tablet Tambah Darah (TTD). Dilandutkan dengan Pemeriksaan/ skrining anemia oleh petugas kesehatan dari Puskesmas, kemudian dilanjutkan dengan Paparan Materi disampaikan oleh :
- Kepala Bidang P2P Dinkes Salatiga Suhardi, SKM.,M.Kes., tentang Edukasi chek kesehatan gratis apa anak sekolah. Siswi akan mendapatkan CKG pada saat penjaringan sekolah diawal tahun ajaran..
- Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Salatiga Drs. Wiharso, MM. tentang Peran Kemenag dalam pencegahan stunting melalui: edukasi, informasi, advokasi dan konsultasi melalui kegiatan bimbingan perkawinan , edukasi keluarga dalam berPHBS, penyuluhan agama terkait kespro perencanaan keluarga









