Kompleknya permasalahan kesehatan pada anak usia sekolah tentunya memerlukan penanganan yang komprehensif dan terintegrasi yang melibatkan semua unsur dari lintas program dan lintas sektor terkait. Hal ini terutama ditujukan agar setiap anak usia sekolah memiliki kemampuan berperilaku hidup bersih dan sehat, dan keterampilan sosial yang baik sehingga dapat belajar, tumbuh dan berkembang secara harmonis dan optimal menjadi sumberdaya manusia yang berkualitas.
Dalam upaya implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, terutama pada indikator “Enyahkan asap rokok”, generasi muda mempunyai peran yang sangat penting dalam upaya pencegahan merokok terutama pada perokok pemula. Indonesia menempati peringkat ketiga dunia dengan jumlah perokok terbesar. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan bahwa jumlah perokok aktif di Indonesia mencapai 70 juta orang, dengan mayoritas perokok adalah anak muda. Sebanyak 7,4%adalah perokok usia 10-18 tahun, kemudian 56,5% perokok usia 15-19 tahun, dan 18,4% perokok usia 10-14 tahun. Berdasarkan data diatas, prosentase terbesar pada usia 15-19 tahun, yaitu usia jenjang sekolah SMA/SMK/MA.
Hal inilah yang mendasari Dinas Kesehatan menyelenggarakan Germas Saka Bakti Husada pada 12 Desember 2025 di Taman Kota Salatiga, dengan tema Wujudkan Generasi Muda yang Sehat, Cerdas, Berkualitas, dan Berprestasi Tanpa Asap Rokok. Peserta kegiatan ini anggota SBH dan Kader Generasi Sehat Tanpa Asap Rokok (Gen-STAR) di Kota Salatiga yang berjumlah 75 orang.
Gen-STAR (Generasi Sehat Tanpa Asap Rokok) bertujuan untuk mencegah perokok pada usia dini dan mengedukasi perokok pemula pada remaja, Peran dan fungsi Gen-STAR sebagai mitra SBH dalam mewujudkan perubahan perilaku sehat di sekolah sangat kami harapkan untuk meningkatkan derajat kesehatan terutama bagi remaja. Gen-STAR merupakan implementasi dari Krida PHBS.
Fenomena merokok di kalangan remaja saat ini menjadi keprihatinan kita bersama. Masa remaja adalah masa pencarian jati diri, masa eksplorasi, dan masa dimana godaan lingkungan sangat kuat. Merokok bukan hanya membahayakan kesehatan, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk ke berbagai perilaku negative lainnya.
Kegiatan ini dibuka oleh Kamabisaka Bakti Husada dr. Prasit Al Hakim. Ia menyampainan bahwa tahun 2025 menjadi tonggak penting bagi Saka Bakti Husada, karena genap empat decade SBH hadir dan mengabdi dalam memajukan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. Momentum 40 tahun pengabdian ini menjadi refleksi atas perjalanan panjang peran SBH dalam meningkatkan kesadaran, kemamuan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Hadir pula perwakilan Kwarcab Kota Salatiga untuk mendukung kegiatan ini. Kegiatan dilanjutkan dengan materi Peran Generasi Muda dalam Pencegahan dan Penanggulangan Asap Rokok dan dilanjutkan dengan Jelajah Krida SBH, terdiri dari Pos 1 yaitu Krida PHBS dari Pamong SBH, dan Pos 2 adalah Kepramukaan Bina Muda dari Dewan Kerja Cabang (DKC).
Dengan semangat kebersamaan dan keteladanan, dari kegiatan ini SBH diharapkan selalu menjadi pelopor dan contoh dalam membudayakan hidup sehat, serta menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan Indonesia yang sehat, kuat, dan tangguh.




