Indonesia saat ini menghadapi beban ganda penyakit, yaitu penyakit menular dan Penyakit Tidak Menular. Perubahan pola penyakit tersebut sangat dipengaruhi antara lain oleh perubahan lingkungan, perilaku masyarakat, transisi demografi, teknologi, ekonomi dan sosial budaya. Peningkatan beban akibat PTM sejalan dengan meningkatnya faktor risiko yang meliputi meningkatnya tekanan darah, gula darah, indeks massa tubuh atau obesitas.
Upaya promotif dan preventif merupakan upaya yang sangat efektif untuk mencegah meningkatnya kematian dan kesakitan akibat penyakit baik menular maupun tidak menular. Gerakan masyarakat hidup sehat ( Germas) ini sebagai salah salah satu.
upaya meningkatkan kesadaran untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat untuk mewujudkan hal tersebut dapat dilakukan melalui peningkatan edukasi hidup sehat, peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit dengan melibatkan pemangku kepentingan, swasta, akademisi, LSM,dan sektor-sektor lainnya.
Dinas Kesehatan Kota Salatiga bersama Balai Kesehatan Masyarakat Wilayah Ambarawa telah melaksanakan kegiatan Kampanye Germas dengan 50 peserta Kader Poskestren (Pos Kesehatan Pesantren) bertempat di Bale Awan Putih pada Sabtu (14/10/2023).
Tujuan kegiatan ini Meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan masyarakat untuk berperilaku sehat dalam upaya meningkatkan kualitas hidup.
Hadir sebagai narasumber Hj. Ida Nurul Farida, MPd DPRD Prov Jateng Komisi E, Dyah Kartika Permanasari, SE., MM. DPRD Prov Jateng Komisi B, dan Sunaryo Sridono, S.Kep., M.Kes. Subkoor Promkes Dinkes Salatiga.
Bentuk kegiatan kampanye germas adalah pemeriksaan kesehatan (pengukuran Tb-Bb, tekanan darah dan gula darah), paparan materi dari 3 narasumber dan diskusi.
Germas merupakan rangkaian kegiatan yang sistematis, masif dan berkelanjutan yang diharapkan dapat mempercepat dan mensinergikan tindakan dari upaya promotif dan preventif hidup sehat guna meningkatkan produktivitas penduduk mengurangi beban masyarakat akibat penyakit.








