Dinas Kesehatan Kota Salatiga meluncurkan inovasi “STOP JENTIK” (Strategi Kolaborasi Pengendalian Jentik Nyamuk) sebagai upaya menekan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang masih fluktuatif dalam lima tahun terakhir. Peluncuran program ini, dilaksanakan pada Kamis (12/06) dan dihadiri oleh Wali Kota Salatiga, Ketua TP-PKK, Sekretaris Daerah Kota Salatiga, serta berbagai tamu undangan.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga, dr. Prasit Al Hakim, memaparkan secara rinci mengenai program STOP JENTIK serta kebijakan dan analisis situasi DBD di Salatiga. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi dalam mengatasi masalah ini. “Seekor jentik nyamuk apabila tidak kita atasi dengan baik maka dapat menimbulkan masalah baik lingkup lokal maupun dunia. Maka dari itu pentingnya kolaborasi untuk bisa bersama-sama melakukan upaya menurunkan kasus DBD di Kota Salatiga,” imbuh Beliau .
Menyambut inisiatif ini, Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, menegaskan bahwa partisipasi aktif masyarakat dan koordinasi lintas sektor adalah kunci utama dalam penanggulangan DBD. “Kunci utama dalam pengendalian dan pencegahan adalah memberantas sarang nyamuk dengan stop jentik, sebagai upaya pengendalian jentik nyamuk,” tegasnya. Beliau juga mengajak seluruh masyarakat Salatiga untuk berperan aktif mendukung peran juru pemantau jentik (jumantik) dengan melakukan pemantauan dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara mandiri. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan tempat tinggal yang bersih dan sehat, sehingga terhindar dari penyakit Demam Berdarah.
Dengan peluncuran program “STOP JENTIK” ini, diharapkan kasus DBD di Kota Salatiga dapat ditekan secara signifikan melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
Launching Stop Jentik




