Lindungi Ibu Hamil, Ibu Bersalin, Ibu Nifas, dan Bayi Baru Lahir dari COVID-19

Ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, dan bayi baru Covid-19 masuk dalam kategori kelompok rentan yang dapat terinfeksi Covid-19. Oleh karena itu, mereka harus melakukan sejumlah langkah untuk melindungi ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, dan bayi baru lahir dari Covid-19.

1. Ibu Hamil

  • Untuk pemeriksaan hamil pertama kali, baut janji dengan dokter agar tidak menunggu lama
  • Selama di perjalanan dan fasyankes tetap melakukan pencegahan penularan Covid-19 secara umum
  • Pengisian stiker P4K dipantau bidan/perawat/dokter dalam kehidupan sehari-hari
  • Memeriksa sendiri dirinya, segera ke fasyankes jika ada risiko/ tanda bahaya (baca Buku KIA)
  • Pastikan gerak janin diawali usia kehamilan 20 minggu dan setelah usia kehamilan 28 minggu hitung gerakan janin (minimal 10 gerakan per 2 jam)
  • Tunda kelas ibu hamil

2. Ibu Menyusui

  • Konseling risiko menyusui cenderung terjadi penularan karena bayi kontak dekat dengan ibu
  • Cuci tangan sebelum menyentuh bati, payudara, pompa ASI, atau botol
  • Gunakan masker saat menyusui
  • Bersihkan pompa ASI setiap kali dipakai
  • Sebaiknya ibu memerah ASI

3. Ibu Bersalin

  • Rujukan persalinan terencana untuk ibu hamil beresiko
  • Segera ke fasilitas kesehatan jika sudah ada tanda-tanda bersalin
  • Ibu, keluarga, dan tenaga kesehatan tetap melakukan pencegahan penularan Covid-19, jaga jarak minimal 1 meter jika tidak perlu tindakan
  • KB pasca salin sesuai prosedur

4. Ibu Nifas dan Bayi Baru Lahir

  • Perawatan bayi baru lahir termasuk imunisasi tetap diberikan sesuai rekomendasi PP Ikatan Dokter Anak Indonesia
  • Pemeriksaan pasca salin (ibu dan bayi) dilakukan dengan kunjungan rumah oleh tenaga kesehatan sesuai prosedur
  • Segera ke fasyankes bila ada tanda bahaya pada ibu nifas dan bayi baru lahir (Baca di Buku KIA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *