Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.
Kondisi tubuh anak yang pendek seringkali dikatakan sebagai faktor keturunan (genetik) dari kedua orang tuanya, sehingga masyarakat banyak yang hanya menerima tanpa berbuat apa-apa untuk mencegahnya. Padahal seperti kita ketahui, genetika merupakan faktor determinan kesehatan yang paling kecil pengaruhnya bila dibandingkan dengan faktor perilaku, lingkungan (sosial, ekonomi, budaya, politik), dan pelayanan kesehatan. Dengan kata lain, stunting merupakan masalah yang sebenarnya bisa dicegah. Oleh karena itu dalam rangka pencegahan dan penanggulangan stunting perlunya dilaksanakan Rembuk Stunting dengan jejaring Fasilitas Pelayanan Kesehatan.
Kegiatan Pelaksanaan Rembuk Stunting dengan jejaring Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kota Salatiga dilaksanakan kamis, 15 September 2022 bertempat di Aula Bhineka Husada RSUD Kota Salatiga dihadiri oleh perwakilan dari RSUD, RS dr Asmir, RS Puri Asih, RS Hermina Mutiara Bunda, RS Ario Wirawan, RS Sejahtera Bakti, 2 orang (dokter dan petugas gizi) dari 6 Puskesmas di Salatiga, Seksi PTM DKK, Seksi P2M DKK, Seksi SKI DKK, Seksi Promkes DKK, Seksi KLKK DKK, Seksi PPK DKK dan Seksi Kesga dan Gizi DKK.
Acara Rembuk Stunting ini dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Siti Zuraidah, SKM, M.Kes dan dilanjutkan materi dari dr. Listya Eko Wulandari, Sp.A. Dengan adanya pertemuan rembuk stunting ini semua dapat bersinergi dalam pencegahan dan penurunan stunting di Kota Salatiga.






