Sidak di sejumlah apotek-apotek di Kota Salatiga

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menginstruksikan tidak mengonsumsi obat sirup untuk sementara waktu imbas dari adanya kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (acute kidney injury/AKI) pada anak. Kemenkes juga telah meminta tenaga kesehatan tidak meresepkan obat sirup kepada pasien, serta apotek agar tidak menjual obat sirup.

Instruksi itu tertuang dalam surat edaran Nomor SR.01.05/III/3461/2022 tentang Kewajiban Penyelidikan Epidemiologi dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (acute kidney injury/AKI) pada anak.

Aturan larangan peredaran obat sirup menjadi atensi Dinkes Kota Salatiga dengan mengeluarkan Surat Edaran nomor 442/2864/403 tentang Kewaspadaan Dini Terhadap Kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal pada Anak (GGAPA) dan menggelar sidak di sejumlah apotek-apotek pada minggu (23/10/2022). Dalam pelaksanaannya, DKK menerjunkan 25 orang dibagi dalam empat tim. Sidak dilakukan hampir seluruh toko modern, toko obat serta apotek di Salatiga.

Sidak ini dilakukan untuk memastikan seluruh apotek di wilayah Kota Salatiga tidak memperjualbelikan berbagai obat sirup atau obat cair untuk sementara waktu.

Dinas Kesehatan Kota Salatiga mengimbau pada seluruh masyarakat untuk sementara ini tidak mengkonsumsi obat dalam bentuk cair atau sirup tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dan sebagai alternatif diperbolehkan untuk menggunakan obat dalam bentuk lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *