Workshop PPCP (Publik Private and Community Partnership)

Pemerintah berkomitmen mengakhiri AIDS tahun 2030 sebagai bentuk komitmen tersebut. Kementerian Kesehatan telah menyusun strategi penanggulangan HIV, AISD, dan IMS yang mengacu pada strategi global melalui jalur cepat dengan target “95-95-95”, yaitu 95% ODHIV mengetahui status HIV 95% ODHIV yang terinfeksi HIV tetap mendapatkan terapi ARV, dan 95% ODHIV yang mendapati terapi ARV mengalami supresi virus. Untuk dapat mencapai target di atas maka perlu dikembangkan perluasan layanan Tes and Treat berupa pemeriksaan IMS, pemeriksaan HIV, perawatan, dukungan dan pengobatan secara komprehensif.

Dinas Kesehatan Kota Salatiga mengadakan kegiatan Workshop PPCP (Publik Private and Community Partnership) di Ruang Kaloka Gedung Setda, Rabu 2 Oktober 2024 dengan peserta sebanyak 25 orang yang terdiri dari perwakilan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, RS Tunas Harapan Salatiga, Kpa Kota Salatiga, PMI, PKFI, IDI, IBI, Klinik Pratama UKSW, Klinik Pratama Wira Dharmmesti Polres, Klinik Pratama 411, Klinik Aura Medika, Klinik Surya Medika, Klinik Hestiwirasakti, Klinik Jaya Husada, Klinik Permata Hati, Klinik SCi, Klinik Sehat, dan Klinik Mutiara.

Kegiatan dibuka oleh Wahyu Hudoyoko, SKM, MPH selaku Sub Koordinator P2M Dinas Kesehatan. Hadir sebagai narasumber dr. Angga Pramastavara (Perwakilan IDI cab. Kota Salatiga), Suhardi, SKM, M.Kes dari Dinkes Salatiga, dan dr. April Udin, Sp.P.

Tujuan Kegiatan ini adalah untuk membangun mekanisme pelayanan kesehatan masyarakat dan swasta yang ramah serta mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap populasi kunci dalam mengakses layanan serta memperkuat komitmen pelayanan kesehatan berbasis Pemerintah, Swasta dan Komunitas.

Kegiatan Workshop PPCP ( Publik Private and Community Partnership ) diharapkan meningkatkan capaian program HIV AIDS di Kota Salatiga melalui kemitraan dengan Swasta dan Komunitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *